PENGUMUMAN / KEGIATAN / EVENT

FGD (Focuss Group Discussion) sehubungan dengan dikeluarkannya PP No. 71/2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut




   

Pada hari Kamis, tanggal 23 Oktober 2014, bertempat di Hotel Pajajaran Suites, Bogor, telah dilakukan FGD (Focuss Group Discussion) sehubungan dengan dikeluarkannya PP No. 71/2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Diskusi dipimpin oleh Kepala Badan Litbang Kehutanan, Prof. San Afri Awang, diikuti oleh peserta dari kalangan birokrasi, APHI, akademisi, himpunan profesi, LSM dan peneliti. PP No. 71/2014 tersebut menjadi kontroversi karena menuai protes dari banyak kalangan termasuk pengusaha dan LSM.

Pengusaha menilai bahwa aplikasi PP No. 71/2014 akan merugikan secara ekonomi sampai dengan trilyunan, menambah pengangguran karena industri pulp yang kesulitan bahan baku, sebagai akibat dari lahan gambut yang tidak bisa optimal dimanfaatkan.  Selain itu penetapan batas ketebalan gambut 3 meter sebagai zona lindung tidak memiliki dasar ilmiah dan kenyataan lapangan banyaknya lokasi pemukiman dan budidaya yang memiliki kedalaman gambut lebih dari 3 meter.  Batas muka air 0,4 meter juga sulit diterapkan. Dilain pihak, banyak LSM menganggap PP No. 71/2014 lebih mengakomodasi kepentingan usaha dan akan membahayakan lingkungan serta merugikan masyarakat lokal. Pembagian fungsi lahangambut kedalam zona budidaya dan lindung mengingkari kondisi ekosistem gambut sebagai satu kesatuan ekosistem.

Hasil diskusi menyepakati bahwa PP No. 71/2014 sebaiknya ditunda diberlakukannya, perlu dibuka ruang konsultasi untuk mengakomodasi perbaikan, termasuk criteria batas muka air yang harus dipertahankan setinggi 0,4 meter yang sulit diterapkan.  Badan Litbang akan menindaklanjuti hasil diskusi ini melalui surat yang akan disampaikan kepada Menteri Kehutanan baru.