PENGUMUMAN / KEGIATAN / EVENT

FGD RPI 16 Ekonomi dan Kebijakan REDD+




   

Puspijak menyelenggarakan Focus Group Discussion  RPI 16  “Ekonomi dan Kebijakan REDD+ ” . Dari acara FGD tersebut dihasilkan beberapa temuan dan rekomendasi antara lain:

  1. Perkembangan REDD+ Indonesia telah memalui fase kesiapan. Infrastruktur implementasi REDD+ telah dipersiapkan, meskipun demikian masih diperlukan upaya untuk perbaikan. Terdapat ketidaksinkronan kebijakan tingkat nasional dengan sub nasional yang menyebabkan implementasi REDD+ belum berjalan secara efektif. Diperlukan keterbukaan informasi antar sektor dan sosialisasi prosedur dan metodologi pengukuran dan mekanisme pelaporan kinerja penurunan emisi. Untuk itu perlu ada kebijakan nasional yang diturunkan ke kebijakan sub nasional sebagai upaya memantapkan sistem MRV Indonesia.
  2. Banyak kegiatan-kegiatan REDD+ dalam skala percontohan atau kecil, akan tetapi sampai dengan sekarang tidak dapat dilacak dan tidak diketahui informasinya sampai seberapa besar penurunan emisi yang telah dihasilkan, dan sumber pembiayaannya sehingga diperlukan pengembangan subsistem registrasi kegiatan REDD+ yang terpusat sebagai bagian sistem registrasi nasional kegiatan penurunan emisi GRK nasional yang dikembangkan KLH.
  3. Pembiayaan REDD+ dan distribusi manfaat REDD+ merupakan faktor kunci keberhasilan implementasi REDD+. Dalam jangka pendek pembiayaan berdampak efektif untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya hutan dan dalam jangka panjang akan meningkatkan kesadaran publik untuk melakukan konservasi. Mekanisme anggaran pemerintah merupakan alternatif pembiayaan yang sesuai untuk pembiayaan REDD+.  Sementara itu mekanisme Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat merupakan mekanisme distribusi manfaat yang efektif, efisien dan berkeadilan. Pembiayaan alternatuf lain adalah mobilisasi investasi sektor kehutanan swasta.