Index BERITA

Rencana Litbang 5 Tahun-an di Tengah Isu Transformasi Lembaga

Selasa (10/03/2020) Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) membahas rencana operasional penelitian (ROPt) dan pengembangan (ROPg). Pembahasan yang dilaksanakan di ruang rapat P3SEKPI mencakup empat tema: 1) mitigasi adaptasi perubahan iklim; 2) efektivitas kebijakan reformasi agraria; 3) nilai tambah produk kehutanan; dan 4) perhutanan sosial.


Magang di P3SEKPI? Why Not?

Surakarta_ Kamis, 9 Januari 2020 merupakan hari di mana saya pertamakali diperkenalkan dengan peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan, dan Perubahan Iklim (P3SEKPI). Bersamaan dengan itu, saya juga diberi informasi tentang kelompok peneliti (kelti) yang ada di sana yakni Kelti Manajemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kelti Ekonomi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kelti Sosial Budaya Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kelti Politik dan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kesan pertama yang saya dapat adalah keramahan para peneliti di tengah pekerjaan mereka yang berat.


Akibat Magang di P3SEKPI, Saya Ingin Jadi Peneliti

Surakarta_Selama 45 hari efektif, 10 Januari s.d. 24 Februari 2020, saya, Binti Masruroh, mahasiswi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret, Surakarta, angkatan 2017, menjalani kegiatan magang di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan, dan Perubahan Iklim (P3SEKPI). Ditempatkan di Kelompok Peneliti Politik dan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kelti Polhuk LHK) yang diketuai oleh Dr. R.A. Kushartati, saya ingin berbagi sekelumit pengalaman dan kesan tentang itu.


Salju Berdarah di Antartika

Penampakan salju tak selalu putih. Ia dapat “berdarah”.


Diduga Karena Perubahan Iklim, Ratusan Ribu Kerang Terpanggang Hingga Mati

Ratusan ribu kerang terpanggang hingga mati di sekitar pantai Maunganui Bluff, Selandia Baru.


Perempuan-perempuan Perkasa dari Gunung Kidul

Migrasi kaum laki-laki di Kabupaten Gunung Kidul untuk bekerja di kota-kota sekitar berdampak pada makin berkembangnya hutan rakyat. Hal ini terjadi karena jenis tanaman yang ditinggalkan tidak banyak memerlukan input maupun perawatan khusus. Dampak selanjutnya adalah meningkatnya intensitas kaum perempuan sebagai tenaga kerja keluarga dalam mengelola lahan ketika para laki-laki bekerja di kota. 


Ika-Rawi & Manis-pahit Berdagang Kayu

Rawi adalah seorang pedagang kayu di Desa Payak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia membeli kayu dari petani, menebang, dan memotongnya menjadi log, selanjutnya mengirim ke penggergajian di kabupaten lain. Hanya sebatas itu, pada awalnya.


Sengon untuk Pendidikan

Pengetahuan tentang nilai komersial sengon telah menyebar luas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Diperkenalkan melalui program penghijauan sekitar tahun 1980-an, jenis ini pada awalnya tidak memiliki nilai ekonomis. Sekarang, keadaan tersebut sudah berubah, sengon justru menjadi jenis pilihan untuk ditanam di lahan hutan rakyat.


Asem nan Manis dari Bulukumba

Dahulu, sebelum mengenal Master TreeGrower (MTG), padi sawah merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga Asem. Sekarang, mereka juga mengelola lahan keringnya menjadi hutan rakyat dengan sistem tumpangsari dengan jenis tanaman kayu, coklat, dan buah-buahan. Asem merupakan tipe orang yang enggan diam. Kreativitasnya terus berlanjut.


Pelatihan Master Treegrower (MTG), Suatu Pendekatan Baru di Dunia Penyuluhan Indonesia

Pendekatan pelatihan MTG diperkenalkan melalui proyek kerjasama penelitian ACIAR FST/2008/030 “Overcoming Constraints to Community-Based Commercial Forestry in Indonesia”. Pendekatan ini mampu mendorong perubahan, tidak hanya di tingkat output tetapi hingga juga outcome.


Bagaimana melindungi hutan bisa memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat

Masyarakat tidak harus memilih antara melindungi hutan dan kehilangan pendapatan.


Carbon Pricing, Upaya Capai Target NDC Indonesia

Yogyakarta (28/2), pada sesi IV Rakernas KLHK hari kedua, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementetian LHK, Agus Justianto berkesempatan menjadi narasumber memaparkan "Penerapan Carbon Pricing Upaya Pencapaian Target NDC Indonesia".


Investasi “Hijau” untuk Triple Win

Pada 1 November 2019, Pemerintah Indonesia kembali berinovasi dengan menerbitkan green sukuk di pasar ritel domestik, dalam bentuk sukuk tabungan berbasis hijau, yang selanjutnya disebut green sukuk tabungan. Ini adalah yang pertama di dunia, setelah sebelumnya di tahun 2018, Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang menerbitkan global green sukuk.


Tujuh Titah Sang Presiden

_BOGOR_Kabinet Indonesia Maju usai diumumkan. Ucapan selamat tertuju untuk para menteri yang terpilih menduduki jabatan untuk lima tahun ke depan. Dr. Siti Nurbaya Bakar kembali ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


Krisis Iklim Kian Meneguhkan Bumi Menuju Kehancuran

Dalam sebuah jurnal terbaru, sekelompok peneliti dari Deep Carbon Observatory (DCO) menyatakan kehancuran bumi akibat melonjaknya emisi karbon yang dipicu ulah manusia, mengarah pada kepunahan massal. Kehancuran tersebut melebihi kepunahan massal yang terjadi 66 juta tahun lalu, yang memusnahkan dinosaurus.


Annual Meeting ACIAR “Gambut Kita”

“Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia” adalah tema yang diusung dalam Annual Meeting (pertemuan tahunan) ACIAR Project FST/2016/144 atau ACIAR “Gambut Kita”. Diselenggarakan oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI) melalui Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), pertemuan tersebut berlangsung pada 9-12 September 2019 di Jakarta. Ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun sebelumnya dilaksanakan di Banjarbaru.


Kaltim, IKN yang Hijau

Siap Mengimplementasikan REDD+ FCPF Carbon Fund 2020-2024


Peluncuran Persiapan Menuju ERPA: Dialog Manfaat Dana Karbon Bagi Kalimantan Timur

Tahapan pre-negosiasi ERPA (Emission Reductions Payment Agreement) atau Kesepakatan Pembayaran Pengurangan Emisi di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai program entity (program bersama) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim serta World Bank selaku wali amanah (trustee) dana karbon bagi Kaltim.


U.S. and Indonesia Celebrate Indonesia’s Future Environment Leaders at Homecoming Reception for USAID-CIFOR Fellows

Jakarta - On Monday, the U.S. Embassy hosted a homecoming reception for 20 young Indonesian professionals who recently earned their Master’s Degrees in the United States. Through the United States Agency for International Development (USAID) and Center for International Forestry Research (CIFOR) Fellowship Program, USAID provided opportunities for highly qualified Indonesians to pursue graduate studies in forestry and biodiversity at U.S. universities Northern Arizona University, University of Florida, University of Missouri and Yale University. The USAID-CIFOR program also facilitates students to carry out field research in Indonesia under the supervision of CIFOR and other organizations.


Belajar dari Seporsi Siomay

Siomay, batagor, adalah segelintir jajanan yang kerap menyinggahi keseharian kita. Pagi, tengah hari, petang menjelang magrib, malam, kapan saja tergantung kapan keinginan itu datang. Enak, itu yang tergambar di benak kita kala akhirnya kita membeli. Nah, manakala kita tengah menyantap seporsi siomay di warung tenda pinggir jalan, terlintas bahwa ada anak, istri/suami, orang tua di rumah. Begitulah, spontan kita berucap ke penjualnya: “Bang, bungkuskan tiga porsi, ya?”