Index BERITA

Perempuan-perempuan Perkasa dari Gunung Kidul

Migrasi kaum laki-laki di Kabupaten Gunung Kidul untuk bekerja di kota-kota sekitar berdampak pada makin berkembangnya hutan rakyat. Hal ini terjadi karena jenis tanaman yang ditinggalkan tidak banyak memerlukan input maupun perawatan khusus. Dampak selanjutnya adalah meningkatnya intensitas kaum perempuan sebagai tenaga kerja keluarga dalam mengelola lahan ketika para laki-laki bekerja di kota. Sementara itu pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam pengelolaan lahan hutan rakyat sangat terbatas mengingat selama ini merupakan dominasi laki-laki. Kondisi ini menjadi momentum perlunya pelatihan Master TreeGrower (MTG) bagi kaum perempuan di Gunung Kidul.


Ika-Rawi & Manis-pahit Berdagang Kayu

Rawi adalah seorang pedagang kayu di Desa Payak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia membeli kayu dari petani, menebang, dan memotongnya menjadi log, selanjutnya mengirim ke penggergajian di kabupaten lain. Hanya sebatas itu, pada awalnya.


Sengon untuk Pendidikan

Pengetahuan tentang nilai komersial sengon telah menyebar luas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Diperkenalkan melalui program penghijauan sekitar tahun 1980-an, jenis ini pada awalnya tidak memiliki nilai ekonomis. Sekarang, keadaan tersebut sudah berubah, sengon justru menjadi jenis pilihan untuk ditanam di lahan hutan rakyat.


Asem nan Manis dari Bulukumba

Dahulu, sebelum mengenal Master TreeGrower (MTG), padi sawah merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga Asem. Sekarang, mereka juga mengelola lahan keringnya menjadi hutan rakyat dengan sistem tumpangsari dengan jenis tanaman kayu, coklat, dan buah-buahan. Asem merupakan tipe orang yang enggan diam. Kreativitasnya terus berlanjut.


Pelatihan Master Treegrower (MTG), Suatu Pendekatan Baru di Dunia Penyuluhan Indonesia

Pendekatan pelatihan MTG diperkenalkan melalui proyek kerjasama penelitian ACIAR FST/2008/030 “Overcoming Constraints to Community-Based Commercial Forestry in Indonesia”. Pendekatan ini mampu mendorong perubahan, tidak hanya di tingkat output tetapi hingga juga outcome.


Penguatan Perhutanan Sosial Komersial di Indonesia

Enhancing Community-Based Commercial Forestry in Indonesia, diterjemahkan sebagai Penguatan Perhutanan Sosial Komersial di Indonesia adalah proyek kerjasama penelitian antara Indonesia dengan Australia. Diluncurkan di Bogor pada 10 Agustus 2016, CBCF (dengan nomor proyek ACIAR FST/2015/040) bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana CBCF dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas manfaatnya untuk masyarakat sekitar hingga kalangan industri.


Dokumen Safeguard FCPF-CF Provinsi kalimantan Timur

Tahun 2015 lalu Provinsi Kalimantan Timur terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF) yang dikelola oleh Bank Dunia. Program ini merupakan implementasi REDD+ untuk penurunan emisi Gas Rumah Kaca dari sektor berbasis lahan dengan mekanisme pembayaran berbasis kinerja (Result Based Payment) yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.


Menguak Potensi Mitigasi Natural Climate Solutions

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) melaksanakan workshop “Unlocking the Mitigation Potential of Natural Climate Solutions in Indonesia”. Workshop dihelat pada Selasa (21 Januari 2020) di IPB International Convention Center.


Makin Apik Dengan SEKPI RePort

Menggunakan teknologi untuk mengurangi penggunaan kertas pun menjadi aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai menyelamatkan lingkungan. Proses yang bersifat administratif dalam hal pengajuan kegiatan penelitian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) yang biasanya konservatif, yakni menggunakan kertas, direncanakan menjadi paperless, dimulai pada 2020. SEKPI RePort (P3SEKPI Research Portal) adalah sarananya.


ACIAR CBCF: Jalan-jalan Pintar ke Australia

Studi Tour mitra Indonesia untuk kegiatan penelitian ACIAR CBCF (no. FST/2015/040 - Enhancing Community-Based Commercial Forestry in Indonesia) ke Australia Tenggara diadakan pada 15-22 September 2019. Diikuti 11 peserta, terdiri dari peneliti dan mitra proyek kegiatan penelitian ini, yakni petani, dosen, dan pejabat pemerintah daerah.


Investasi “Hijau” untuk Triple Win

Pada 1 November 2019, Pemerintah Indonesia kembali berinovasi dengan menerbitkan green sukuk di pasar ritel domestik, dalam bentuk sukuk tabungan berbasis hijau, yang selanjutnya disebut green sukuk tabungan. Ini adalah yang pertama di dunia, setelah sebelumnya di tahun 2018, Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang menerbitkan global green sukuk.


Tujuh Titah Sang Presiden

_BOGOR_Kabinet Indonesia Maju usai diumumkan. Ucapan selamat tertuju untuk para menteri yang terpilih menduduki jabatan untuk lima tahun ke depan. Dr. Siti Nurbaya Bakar kembali ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


Krisis Iklim Kian Meneguhkan Bumi Menuju Kehancuran

Dalam sebuah jurnal terbaru, sekelompok peneliti dari Deep Carbon Observatory (DCO) menyatakan kehancuran bumi akibat melonjaknya emisi karbon yang dipicu ulah manusia, mengarah pada kepunahan massal. Kehancuran tersebut melebihi kepunahan massal yang terjadi 66 juta tahun lalu, yang memusnahkan dinosaurus.


Annual Meeting ACIAR “Gambut Kita”

“Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia” adalah tema yang diusung dalam Annual Meeting (pertemuan tahunan) ACIAR Project FST/2016/144 atau ACIAR “Gambut Kita”. Diselenggarakan oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI) melalui Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), pertemuan tersebut berlangsung pada 9-12 September 2019 di Jakarta. Ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun sebelumnya dilaksanakan di Banjarbaru.


Kaltim, IKN yang Hijau

Siap Mengimplementasikan REDD+ FCPF Carbon Fund 2020-2024


Peluncuran Persiapan Menuju ERPA: Dialog Manfaat Dana Karbon Bagi Kalimantan Timur

Tahapan pre-negosiasi ERPA (Emission Reductions Payment Agreement) atau Kesepakatan Pembayaran Pengurangan Emisi di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai program entity (program bersama) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim serta World Bank selaku wali amanah (trustee) dana karbon bagi Kaltim.


U.S. and Indonesia Celebrate Indonesia’s Future Environment Leaders at Homecoming Reception for USAID-CIFOR Fellows

Jakarta - On Monday, the U.S. Embassy hosted a homecoming reception for 20 young Indonesian professionals who recently earned their Master’s Degrees in the United States. Through the United States Agency for International Development (USAID) and Center for International Forestry Research (CIFOR) Fellowship Program, USAID provided opportunities for highly qualified Indonesians to pursue graduate studies in forestry and biodiversity at U.S. universities Northern Arizona University, University of Florida, University of Missouri and Yale University. The USAID-CIFOR program also facilitates students to carry out field research in Indonesia under the supervision of CIFOR and other organizations.


Belajar dari Seporsi Siomay

Siomay, batagor, adalah segelintir jajanan yang kerap menyinggahi keseharian kita. Pagi, tengah hari, petang menjelang magrib, malam, kapan saja tergantung kapan keinginan itu datang. Enak, itu yang tergambar di benak kita kala akhirnya kita membeli. Nah, manakala kita tengah menyantap seporsi siomay di warung tenda pinggir jalan, terlintas bahwa ada anak, istri/suami, orang tua di rumah. Begitulah, spontan kita berucap ke penjualnya: “Bang, bungkuskan tiga porsi, ya?”


International Conference of Mangroves and Its Related Ecosystems 2019 (ICoMIRE 2019)

_PURWOKERTO_Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Dr. Syaiful Anwar, hadir pada acara International Conference on Mangroves and Its Related Ecosystem (ICoMIRE) 2019 bertema “Menghimpun Indonesian Mangrove Society dan menjadikan Indonesia sebagai World Mangrove Center”. ICoMIRE 2019 yang digelar di Purwokerto, Jawa Tengah, 20-23 Agustus 2019 diselenggarakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang  Kemaritiman,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  Kementerian Riset,  Teknologi,  dan Pendidikan Tinggi, serta  Universitas   Jenderal Soedirman.


Belajar REDD+ dari Kaltim

_SERPONG_Pada Selasa (13/8/2019) Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) menyelenggarakan talkshow bertema “Implementasi REDD+ di Tingkat Sub Nasional: Pembelajaran dari Kalimantan Timur”. Bertempat di Pusat Pelatihan Masyarakat (Puslatmas), Serpong, kegiatan ini menjadi ruang belajar tentang REDD+, bagi semua yang hadir. Sebagaimana diketahui, perhelatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Festival Tropical Forestry and Environment oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI).