Index BERITA

Foresight Analysis Workshop

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) bekerja sama dengan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) menyelenggarakan Foresight Analysis Workshop dalam bingkai kerjasama penelitian 'Enhancing Community-Based Commercial Forestry in Indonesia’ (FST/2015/040). Acara ini berlangsung pada Selasa, 12 Januari 2020 di Hotel Santika Premier Slipi, Jakarta.


Melunasi Janji Indonesia kepada Mangrove

Pada 22 Desember 2020 di Jakarta, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman menandatangani perjanjian kerja sama program perlindungan hutan mangrove senilai EUR 20 juta dalam bentuk hibah. Perjanjian tersebut juga termasuk mengkatalis Pusat Mangrove Dunia (World Mangrove Center, WMC) di Indonesia.


Model Bisnis untuk Masa Depan Ekosistem Gambut

Lahan gambut Indonesia kerap terbakar dan makin rentan dalam tekanan perubahan iklim yang mengubah pola iklim, deforestasi, dan memicu kebakaran rutin. Salah satu penyebabnya adalah adanya praktik bisnis yang tidak ramah lingkungan di lahan gambut. Untuk itu, masyarakat, pemerintah, ilmuwan, dan konservasionis bahu membahu membangun rencana berkelanjutan untuk gambut.


PUI, Sebuah Rekognisi Lembaga Litbang

BRisIK edisi tutup tahun (edisi 10, 22 Desember 2020) menampilkan P3SEKPI-1. Ya, Choirul Akhmad selaku Plt. Kepala P3SEKPI berkenan tampil (dengan sedikit dipaksa) mengusung obrolan tentang capaian dan tantangan PUI Kebijakan Perubahan Iklim yang disandang P3SEKPI. Dipandu oleh Nurul Silva Lestari, kita simak obrolannya.


Amanah untuk Peneliti P3SEKPI di Kepengurusan Himpenindo Kota Bogor

Tiga peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dikukuhkan sebagai pengurus Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Kota Bogor periode 2020-2025.


Tebar Motivasi, Tebar Semangat Di Desa Berlahan Gambut

DESA GARUNG_Tiba di Desa Garung, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Utara, kami langsung menyasar kantor Kepala Desa. Begitu kami turun dari kendaraan, seorang laki-laki jangkung berbaju putih telah berdiri di depan pintu kantor desa. Dengan senyum ramah dan tangan ditangkupkan di dada, dia menyapa, “ingin ke mana dan bertemu siapa?”


Menyemai Sukses Di Lahan Gambut

DESA GARUNG_ Ciprianus Supriyanto nama lengkapnya. Dalam keseharian, orang lebih mengenalnya sebagai Pak Pri. Dia bukan kelahiran Desa Garung, tapi pengembara dari Palembang. Ia dan keluarganya pindah dari tempat asalnya karena alasan ekonomi, demikian ia bertutur. Di tempat asal, harga tanah cukup mahal. Secara umum, ini berbeda dengan di Desa Garung. Di sini, harga tanah masih tergolong murah, terutama saat kepindahannya di tahun 2007.


Petani Wanita Pelopor Usaha Tani Semangka dari Desa Garung, Kalimantan Tengah

DESA GARUNG_Adalah Rusmisari. Meski tinggal di Desa Garung, wanita ini bukan Kepala Desa Garung. Menjalani kodrat sebagai seorang ibu rumah tangga, ia juga merupakan staf desa (Kepala Urusan Keuangan Desa Garung), Ketua Kelompok Tani Wanita, dan seabrek atribut lain ia sandang. Rusmisari adalah aktivis tulen, super women. Selaku Ketua Kelompok Tani Wanita, dia memelopori usaha tani semangka di Desa Garung.


Desa, Garda Terdepan Pencegahan Karhutla

KEBAKARAN hutan dan lahan masih menjadi masalah nasional hingga saat ini.  Di tujuh provinsi rawan kebakaran Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, kebakaran terjadi hampir setiap tahun terutama pada musim kemarau.  Bahkan kini di musim penghujan pun, sekitar Januari lalu, di beberapa lokasi sudah mulai terjadi kebakaran, seperti peristiwa di Riau pada awal tahun ini


Daulat Bambu di Tanah Sa’o

BAJAWA. Kota dingin di tengah pulau Flores. Kota yang populer dengan aroma kopi arabica dan yellow cattura. Tapi bukan berarti popularitas itu menihilkan potensi lainnya menjanjikan. Bambu!


Lihat Arsip Berita