Berita LHK

Belajar REDD+ dari Kaltim




_SERPONG_Pada Selasa (13/8/2019) Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) menyelenggarakan talkshow bertema “Implementasi REDD+ di Tingkat Sub Nasiona: Pembelajaran dari Kalimantan Timur”. Bertempat di Pusat Pelatihan Masyarakat (Puslatmas), Serpong, kegiatan ini menjadi ruang belajar tentang REDD+, bagi semua yang hadir. Sebagaimana diketahui, perhelatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Festival Tropical Forestry and Environment oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI).

Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi, Dana Apriyanto, mewakili Kepala P3SEKPI dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam menghadapi perubahan iklim, Indonesia menyiapkan langkah strategis. Langkah yang dimaksud adalah Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation-Plus atau REDD+.

Dana menganggap, REDD+ merupakan komponen penting dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Ia menagatakan program pengurangan dan degradasi emisi hutan berbayar ini mencakup banyak hal.

“skema ini mencakup kegiatan dengan mengurangi deforestasi, mengurangi degradasi hutan, meningkatkan cadangan karbon hutan, inisiatif konservasi, dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan (Sustainable Forest Management). Makanya ini (REDD+) menjadi komponen penting dari target NDC”, tuturnya.

Dana berharap pengalaman Provinsi Kalimantan Timur dalam merencanakan dan menyiapkan REDD+ dapat menjadi pelajaran bagi provinsi lain pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

“Semoga apa yang dilakukan di Kaltim dapat dilakukan juga di provinsi lain, di seluruh Indonesia,” pungkas Dana.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Harion