Berita LHK

International Conference of Mangroves and Its Related Ecosystems 2019 (ICoMIRE 2019)




“Menghimpun Indonesian Mangrove Society dan menjadikan Indonesia sebagai  World Mangrove Center 

Purwokerto, 21-23 Agustus 2019 

_PURWOKERTO_Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Dr. Syaiful Anwar, hadir pada acara International Conference on Mangroves and Its Related Ecosystem (ICoMIRE) 2019 bertema “Menghimpun Indonesian Mangrove Society dan menjadikan Indonesia sebagai World Mangrove Center”. ICoMIRE 2019 yang digelar di Purwokerto, Jawa Tengah, 20-23 Agustus 2019 diselenggarakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang  Kemaritiman,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  Kementerian Riset,  Teknologi,  dan Pendidikan Tinggi, serta  Universitas   Jenderal Soedirman.

Dr. Syaiful Anwar diundang untuk menyampaikan rencana pembangunan World Mangrove Center (WMC).  Pada kesempatan tersebut Syaiful menyampaikan berbagai aspek pembentukan WMC, dari mulai perlunya WMC, modalitas, visi dan misi, sampai tantangan yang dihadapi. Indonesia akan mempersilahkan negara-negara donor untuk mendukung pembangunan WMC sesuai dengan 7 Strategic Priorities WMC. WMC diharapkan dapat menjadi hub seluruh Mangrove Information Center (MIC) di Indonesia, bahkan internasional.

Sebelumnya, Kemenko Bidang Kemaritiman yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono, menyatakan bahwa Indonesia yang memiliki pesisir kedua terpanjang setelah Kanada serta kekayaan biodiversitas mangrove tertinggi di dunia, menjadikannya cocok sebagai WMC. Oleh karena itu output yang diharapkan dari pelaksanaan ICoMIRE 2019 di antaranya adalah penyusunan road map (peta jalan) guna pelaksanaan WMC dan Indonesian Mangrove Society (IMS) yang dibentuk pada tanggal 21 Agustus 2019 di Purwokerto guna mendorong kegiatan pemulihan mangrove.

Sementara itu Dirjen PDASHL KHLHK, Hudoyo, menyampaikan peran penting hutan mangrove. Selain dapat menyerap gelombang tsunami, hutan mangrove juga berperan penting dalam menyerap karbon yang ada di atmosfir, lebih tinggi dari hutan lainnya. Selain itu juga disampaikan bahwa telah terbentuk Kelompok Kerja Pengelolaan Ekosistem Mangrove di 29 Provinsi di Indonesia.

Penulis: Virni Budi Arifanti

Editor: Hariono