Berita LHK

Krisis Iklim Kian Meneguhkan Bumi Menuju Kehancuran




 

Dalam sebuah jurnal terbaru, sekelompok peneliti dari Deep Carbon Observatory (DCO) menyatakan kehancuran bumi akibat melonjaknya emisi karbon yang dipicu ulah manusia, mengarah pada kepunahan massal. Kehancuran tersebut melebihi kepunahan massal yang terjadi 66 juta tahun lalu, yang memusnahkan dinosaurus.

Diterbitkan di jurnal Elements pada selasa (1/10/2019), para peneliti tersebut memproyeksikan skala bencana emisi karbon akibat ulah manusia dari peristiwa yang mengganggu siklus karbon.

“Hari ini, emisi karbon yang dihasilkan secara antropogenik, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil yang terbentuk selama jutaan tahun, berkontribusi terhadap gangguan besar pada siklus karbon”, sebut mereka dalam pengantar yang dirilis di Livescience.

Memahami siklus karbon sebenarnya sangat mudah. Gas karbon, dalam bentuk karbon dioksida dan karbon monoksida, secara alami dipompa dari inti bumi ke atmosfer oleh gunung api dan rekahan bawah tanah. Dalam kondisi normal, emisi karbon akan diserap oleh bumi melalui lempeng tektonik. Keseimbangan ini yang membuat iklim ramah, baik di darat maupun di laut yang menjadi rumah bagi biodiversitas.

Terkadang, terjadi peristiwa dahsyat yang mengganggu siklus tersebut sehingga langit dibanjiri oleh karbon dioksida. Gangguan tersebut akan menimbulkan ketidakseimbangan alam dan dapat menjadi sebab pemusnahan massal.

Tabrakan meteor yang diperkirakan terjadi 66 juta tahun lalu adalah salah satu contoh. Dilansir dari BBC, meteor berukuran lebar 10 km menghasilkan kekuatan ledakan 100 megaton atau setara 2.500 bom atom. Perstiwa ini juga yang diduga menjadi penyebab punahnya dinosaurus.

Menurut kelompok peneliti ini, krisis iklim yang sekarang terjadi sudah setara dengan bencana yang diitimbulkan saat peristiwa jatuhnya meteor tadi. Apakah manusia akan bernasib sama dengan dinosaurus?

 

Sumber gambar: Pixabay

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono