Berita

Seeds of Change Conference di Canberra, Australia




_CANBERRA_Empat peneliti dari ACIAR Project FST 2016/144 “Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia”, berkesempatan mengikuti Seeds of Change Conference bertajuk “Gender Equality through Agricultural Research for Development” di Canberra University, Canberra – Ausralia, 2 sampai 4 April 2019. Keempatnya adalah Samantha Grover dari Royal Melbourne Institute of Technology University/RMIT University (Melbourne – Australia), Niken Sakuntaladewi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI – Bogor, Indonesia), serta Bondan Winarno dan Sri Lestari dari Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang – Indonesia.

Presentasi keempat peneliti tersebut disampaikan dalam bentuk panel dalam tema “Nutting Out the Problem: Lens on Gender in Agro-Forestry Research for Development in Indonesia”. Samantha Gover menyampaikan “Applying a Gender Lens to Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia”, dilanjutkan Niken Sakuntaladewi dengan hasil penelitian “Gender Dimensions in the Complexity of Managing Forest Resource: Learning from Berau District, Indonesia”. Bondan Winarno dan Sri Lestari tampil dengan hasil penelitian masing-masing, yakni “Gender Issue in Rural Lowland Management and Development in Southern Sumatra” dan “Gender Role in Agroforestry of Areca Nut and Coffee in Peatland Area: Case of Jambi Province, Indonesia”.

Konferensi ini merupakan kolaborasi antara the Australian Centre for International Agricultural Researach (ACIAR), the CGIAR Collaborative Platform for Gender Research, dan the University of Canberra. Mempertemukan peneliti dan praktisi berbagai bidang ilmu sosial dan pertanian yang fokus pada pangan/komoditas/tanaman komersial, sektor subsisten/semi-subsisten, supply chains, iklim, kehutanan, perikanan, dan pengelolaan air, sebanyak 45 negara turut berpartisipasi.

Selain memberikan hal dan pengetahuan baru dari berbagai sudut pandang keilmuan terkait gender, Konferensi juga berperan penting untuk membangun jejaring antara akademisi, praktisi, dan pegiat isu gender. Beragam hasil proyek ACIAR dan CGIAR yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang gender. Hal ini dapat menjadi inspirasi untuk memunculkan ide dan gagasan menarik terkait isu gender dalam Project FST 2016/144.***SL/BW

 

Penulis: Sri Lestari & Bondan Winarno

Editor: Hariono