Berita

"Gambut Kita" membuat SOP




Proyek penelitian Gambut Kita mengadakan workshop bertemakan “soil sampling” atau pengambilan sampel tanah yang telah dilakukan oleh mitra penelitian dari Badan Litbang dan Inovasi (BLI/FOERDIA) baik dari Banjarbaru maupun Palembang, Universitas Palangka Raya (UPR), dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Mawas. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengambilan sampel tanah yang akan digunakan oleh semua mitra penelitian.

Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 26-29 Juni 2019 dengan dua kegiatan utama yaitu praktik lapangan di KHDTK Tumbang Nusa dan diskusi penyusunan dan penyempurnaan SOP di UPR. Melalui workshop ini draft SOP yang telah disusun kemudian diujicobakan di lapangan untuk mendapatkan masukan bagi perbaikannya. Ada 25 orang peserta yang mengikuti workshop yang terdiri atas mitra penelitian yang terlibat dalam Tim Gambut Kita (Objective 3) yaitu Balai Litbang LHK Banjarbaru dan Palembang mewakili BLI/FOERDIA serta teman-teman dari KHDTK Tumbang Nusa, BOSF-Mawas dan The Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University.

Pada hari pertama, acara workshop dibuka oleh sambutan dari Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M.Sc. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai draft SOP dan diteruskan dengan praktik ujicoba pengambilan sampel tanah di lapangan untuk areal yang masih berhutan (hutan sekunder). Pengambilan sampel tanah dilakukan sampai keesokan harinya dengan lokasi di areal restorasi (atau areal yang telah dilakukan revegetasi). Kedua lokasi pengambilan sampel tanah tersebut memiliki ciri khas dan tingkat kesulitan yang berbeda, misalnya pada areal hutan ditemukan tantangan banyaknya perakaran tanaman, sehingga waktu pengambilan sampel menjadi lebih lama. Di hari ketiga, dilakukan pembahasan draft SOP yang bertempat di UPR selama sehari penuh. Dan pada hari terakhir, setelah melakukan perbaikan SOP, kemudian dilanjutkan dengan pemantapan teknis di lapangan untuk ujicoba pengambilan sampel tanah gambut.    

Kegiatan workshop yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan mampu mengisi salah satu tujuan dari proyek Gambut Kita yakni memberikan pemahaman mengenai karakteristik tanah gambut dalam sistem lahan gambut yang dipulihkan. Hal tersebut penting dilakukan agar tujuan besar dari proyek ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penanggulangan kebakaran di lahan gambut dapat segera terealisasikan.***DR