Berita

Peneliti "Gambut Kita" Menyambangi Kebakaran




_TUMBANG NUSA_ Tim peneliti Gambut Kita yang dinakhodai oleh Prof. (Ris) Acep Akbar dari Balitbang LHK Banjarbaru telah melakukan Fire Scene Evaluation/ Evaluasi Kejadian Kebakaran (FSE/EKK) gambut di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa selama 10 hari (3-12 Juli 2019). Pengamatan ini untuk melihat sejauh mana kebakaran yang terjadi, apakah hanya berupa api permukaan atau sudah masuk ke tanah gambut. Pengamatan menggunakan panduan yang telah disepakati para ahli kebakaran yang dikoordinir NASA (National Aeronautics and Space Administration).

Secara garis besar, kegiatan ini dilakukan untuk menjawab lima pertanyaan yaitu apa pemicu kebakaran, apa pengendali alami dan buatan dari setiap kejadian kebakaran, bagaimana kecepatan api gambut, bagaimana emisi yang dapat diduga berdasarkan kehilangan biomassa melalui pengukuran motode besi dan jaring, serta di mana lokasi yang sering sebagai pemicu awal kebakaran. Acep Akbar menyampaikan, ada sekitar 37 lebih pengamatan yang sudah dilakukan dari total 67 pengamatan sebagai parameter kebakaran baik bersifat kualitatif soal sosial maupun kuantitatif menyangkut ukuran dalam satuan kuantitatif. Pengamatan harus dilakukan saat api berlangsung atau beberapa hari berlangsung. “Yang tidak bisa dilakukan pengamatan adalah ketika pasca kebakaran terlalu lama sehingga hilang jejaknya seperti tinggi api, dan lain sebagainya“, kata Acep.

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa kebakaran terjadi di areal penggunaan lain (APL) yang hanya berisi semak belukar, bukan dalam kawasan KHDTK Tumbang Nusa. Acep juga menyampaikan bahwa terdapat kesulitan saat pemadaman oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni. “Kalau api permukaan mudah dipadamkan, tapi api gambutnya mereka tinggalkan. Jika demikian maka api tidak akan padam sepenuhnya selama bahan bakar halus permukaan masih ada di depan api gambut yang masih berasap kecil”, kata Acep. Ke depan tim peneliti Gambut Kita akan melakukan pengukuran ulang/replikasi terhadap karakteristik api gambut yang sudah diukur sebelumnya serta mengkompilasi status pengetahuan terkini kebakaran gambut.***MI