Berita

Update Status




International Tropical Peatlands Center (ITPC) sebagai pusat rujukan informasi dan pengetahuan dunia terkait pengelolaan gambut tropis menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor CIFOR Bogor, Senin (29/7/2019). FGD ini merupakan salah satu kegiatan Sekretariat Interim ITPC yang dikoordinatori Dr. Haruni Khrisnawati dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Forum ini menghadirkan para pemangku kepentingan guna mengetahui berbagai kegiatan proyek maupun penelitian di gambut yang telah dilakukan oleh para pihak, sehingga diharapkan dapat memberi gambaran mengenai ruang lingkup dan status kegiatan lahan gambut di Indonesia.

Acara FGD dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H), Dr. Kirsfianti L. Ginoga. Dalam sambutannya Kirsfianti menyampaikan perlunya mengidentifikasi kegiatan-kegiatan penelitian atau proyek di gambut tropis Indonesia baik yang sudah, sedang dan yang akan dilaksanakan, sehingga menjadi database sebagai landasan penyusunan rencana program kegiatan ITPC ke depan. “Dengan adanya informasi dan data tersebut diharapkan tidak ada kegiatan yang overlapping atau duplicating di gambut”, kata Kirsfianti.

Hadir pada kesempatan FGD ini, beberapa perwakilan dari Wetland International Indonesia, the World Agrofrestry Centre (ICRAF), United Nations Environment Programme (UNEP), Pusat Litbang Hutan (P3H), Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), dan Badan Litbang Pertanian. FGD dimulai dari perkenalan serta sharing informasi kegiatan proyek maupun penelitan terkait gambut oleh para peserta yang dipandu oleh Dr. Zahrul muttaqin dari Biro Kerjasama Luar Negeri (KLN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pada sesi diskusi pertama dilakukan identifikasi mengenai isu utama dan tipe kegiatan dalam pengelolaan gambut di Indonesia. Diskusi ini berjalan secara dinamis hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi 5 isu utama dan 8 tipe kegiatan, yaitu: topik/tema meliputi policy and governance, community livelihoods, climate change, management practices, dan biophysical properties. Sedangkan tipe kegiatan meliputi research, capacity building, knowledge management (database), awareness raising, piloting, advocacy, best practicies, dan mapping. 

Kemudian FGD dilanjutkan dengan membahas hal-hal terkait ITPC mulai dari wacana mengenai pertemuan rutin (scientific discussion), legal standing hingga pendanaan dan kolaborasi antara lembaga. Dr. Haruni Khrisnawati menutup acara dan mengharapkan hasil FGD dapat memberikan gambaran sementara terkait status kegiatan dari proyek maupun penelitian gambut di Indonesia. “Data dan informasi pertemuan ini penting sebagai landasan pembuatan Masterplan Pembangunan Gambut Nasional berdasarkan data rill sesuai praktis di lapangan”, demikian kata Haruni saat menutup acara. ***(MI)