Berita

BLI Jalin Kerjasama dengan ACIAR dalam Sektor Kehutanan Berbasis Masyarakat




P3SEKPI_(Bogor, 10/08/2016)_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) kembali mengadakan kerjasama dengan Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR) dalam proyek FST/2015/040 yang berjudul “Enhancing Community-Based Commercial Forestry in Indonesia”. 

Dr. Henry Bastaman, M.ES., Kepala Badan Litbang dan Inovasi (Kabadan) mengungkapkan bahwa kerja sama yang dijalin antara BLI dan ACIAR ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam konteks merubah arah kebijakan pemerintah pada inception meeting atau rapat pendahuluan proyek FST/2015/040 di Ruang Rapat Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Rabu (10/08).

Kabadan menambahkan bahwa hak akses masyarakat terhadap hutan masih terbatas. Kondisi ini berbeda dengan perusahaan yang sangat mudah untuk akses hutan. Oleh karena itu, Kabadan berharap dengan adanya proyek ini bisa mengubah kebijakan pemerintah terutama money follow function, dan mengkomersialkan hutan di Indonesia dengan memberikan alternatif kebijakan yang lebih mudah serta memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar hutan untuk mengakses hutan di Indonesia.

Mr. Tony Bartlett sebagai Project Manager ACIAR berterimaka kasih atas dukungan yang diberikan Kabadan. Selanjutnya Tony menjelaskan berbagai kegiatan ACIAR yang membantu negara berkembang terutama dibidang kehutanan, pertanian, dan perikanan.  Bahkan 23 % proyek kehutanan ACIAR ada di Indonesia. Penanaman akasia dan ekaliptus menjadi fokus utama, namun belakangan ini merambah ke isu sosial, produktivitas, value-chain serta REDD+.

Menanggapi hal itu, Kepala P3SEKPI Dr. Bambang Supriyanto, M.Sc berkata : "Kolaborasi merupakan spirit ambisius untuk mencapai target, terutama dalam mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo. Dengan anggran yang minimal, maka kolaborasi adalah siasat yang bisa ditempuh".

Dr. Digby Race yang merupakan leader proyek ini mengatakan bahwa proyek ini akan berkembang ke segala arah, sehingga target yang diharapkan dapat tercapai yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan nilai tambah dari hutan menjadi produk yang lebih komersial. Selain itu, Digby berharap proyek ini lebih baik dari proyek sebelumnya, yang mana telah berhasil menerbitkan buku “Adding Value to the Farmer’s Tree”. Buku ini dapat diunduh pada link berikut : http://aciar.gov.au/publication/cop27

Aneka Prawesti Suka, S.Sos., M.SE., MA menjelaskan bahwa lokasi yang dipilih kali ini adalah Bulukumba-Sulawesi Selatan, Gunung Kidul-Yogyakarta, Pati-Jateng, Lampung dan Gorontalo. Aneka juga menjelaskan jadwal yang akan dikerjakan dari 2016 hingga 2020.

Pada pertemuan kali ini, juga dijelaskan tiga objective dengan pendekatan yang berbeda yaitu (1) meningkatkan manfaat komersial dari CBCF untuk petani dengan memperkuat jaringan bisnis mereka, disampaikan oleh Silvi Nur Oktalina dan Harsoyo, dari UGM, (2) meningkatkan kapasitas dan jumlah petani mampu membuat keputusan tentang pendekatan silvikultur mereka dan kemungkinan kembali dari CBCF, disampaikan oleh Mr. Rowan reid (Australian Agroforestry Foundation) dan Dr Muktasam Abdurrahman (Universitas Mataram), dan (3) menganalisis konteks kebijakan untuk CBCF dan mendukung reformasi kebijakan yang memungkinkan untuk menjadi pilihan investasi yang menguntungkan bagi petani kecil, disampaikan oleh Dr. Lukas Rumboko Wibowo, M.Sc dan Dr. Tri Wahyudiyati dari P3SEKPI.***Hmz