Berita

Sengon untuk Pendidikan




Pengetahuan tentang nilai komersial sengon telah menyebar luas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Diperkenalkan melalui program penghijauan sekitar tahun 1980-an, jenis ini pada awalnya tidak memiliki nilai ekonomis. Sekarang, keadaan tersebut sudah berubah, sengon justru menjadi jenis pilihan untuk ditanam di lahan hutan rakyat. Petani bahkan bersedia membayar lebih untuk mendapatkan bibit unggul. Sengon dari hutan rakyat telah menjadi penyumbang bahan baku utama industri pengolahan kayu.

Hasil penjualan sengon menjadi sumber penghasilan yang signi?kan bagi petani. Mereka menanam sengon untuk tujuan membiayai sekolah anak-anaknya, bahkan hingga perguruan tinggi. Sukatam (58 tahun) dari Desa Giling dan Sunoko (49 tahun) dari Desa Payak merupakan contoh.

Sukatam, anggota sekaligus pengurus Kelompok Tani Wana Tani Mulyo dan Kelompok Tani Sumber Mulyo memiliki lahan seluas 1,6 ha yang ditanami sengon, cengkeh, dan ketela pohon. Bekerjasama dengan Trees4Trees dalam pengelolaan hutan lestari, kelompok tani tersebut mendapat dukungan CBCF dalam penelitian dan pelatihan. Dari pelatihan yang diikuti, pengetahuan Sukatam tentang pengukuran volume kayu, perencanaan panen, dan akses pasar kian meningkat. Satu hal yang pantas disyukuri, dia senang berbagi ilmu. Dia memandang bahwa petani masih perlu mendapatkan pendampingan dan pelatihan.

Petani sengon lain, Sunoko, yang juga Ketua Kelompok Tani Alam Lestari, memiliki cerita sendiri. Ia tidak tergiur untuk merantau ke kota besar atau menjadi TKI ke luar negeri seperti kebanyakan pemuda di desanya. Ia memilih menjadi petani. Penghasilan dari menanam sayur-mayur dan membuka warung makan kecil digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan jangka menengah dan jangka panjang ia penuhi dari hasil menanam sengon secara tumpangsari di lahan seluas 2 ha miliknya. Pendampingan Trees4Trees dan dukungan proyek CBCF menyebabkan pengetahuan anggota kelompok tani-nya dalam hal perencanaan panen, penaksiran volume produksi, dan akses pasar menjadi semakin baik.

Sumber: Stories from the Fields and the Forest – Beberapa Cerita dari Lapangan. Info Brief No. 3, 2017.

 

Penulis: Kuncoro Ariawan