Berita

Membumikan Program REDD+ di Kalimantan Timur




Banyak buku yang menceritakan REDD+ di Indonesia, tetapi sangat jarang yang langsung menyentuh tingkat tapak. “Membumikan Program REDD+ di Kalimantan Timur” adalah pengecualian.

Di banyak tulisan, sektor swasta ditempatkan sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya deforestasi dan degradasi hutan, sekaligus juga merupakan aktor penting yang berpotensi mempercepat pelaksanaan REDD+ di tingkat tapak. Buku ini sarat dengan sajian sinergitas pemerintah dan swasta dalam implementasi REDD+ di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah daerah berperan sebagai regulator yang mengatur regulasi pembangunan berbasis lahan di daerahnya. Swasta yang merupakan mitra strategis pemerintah, bertindak sebagai implementator yang melaksanakan pengelolaan lahan di unit usaha mereka.

Kaltim ditunjuk sebagai salah satu provinsi percontohan REDD+ dengan dukungan program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF). Berbagai kegiatan pembangunan rendah emisi diinisiasi, seperti: pengelolaan HCV di sektor kehutanan dan perkebunan; penerapan RIL, SILIN, dan zero burning system di sektor kehutanan; reklamasi lahan bekas tambang dan rehabilitasi DAS di sektor pertambangan; serta pengembangan teknik silvofishery dan ekowisata dalam pengelolaan mangrove. Gambaran tentang itu semua terdokumentasikan dengan apik dalam buku ini.

Lebih jauh, buku ini juga sebagai wujud diseminasi informasi tentang apa yang telah dilakukan swasta dan Pemda Kaltim demi keberhasilan REDD+ di tingkat tapak. Sebuah sintesa hasil kajian tim peneliti Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) untuk mendukung program FCPF World Bank di Provinsi Kaltim. Harapannya, program penurunan emisi di sektor lahan semakin aktif dilakukan guna mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia tahun 2030.

Link Download: Buku Membumikan Program REDD+ di Kalimantan Timur