Berita

Webinar Perkembangan Objective-5 Agroforestri Bambu Kabupaten Ngada




BOGOR_Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) bekerja sama dengan Yayasan Bambu Lestari (YBL) menyelenggarakan seminar berjudul “Perkembangan Kegiatan Objective-5 Agroforestri Bambu di Kabupaten Ngada, NTT”. Seminar dihelat pada Selasa (19/5/2020) dan dilakukan secara online melalui aplikasi zoom.

Seminar dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI) Agus Justianto, Presiden Direktur YBL Arif Rabik, Project Leader KANOPPI-2 Aulia Perdana, serta jajaran pejabat P3SEKPI. Tujuannya adalah untuk menyampaikan perkembangan kegiatan pengembangan bambu agroforestri dan agroindustri yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan di Kabupaten Ngada, NTT.

Dalam sambutannya, Agus Justianto mengatakan bahwa kegiatan kerja sama KANOPPI-2 sejalan dengan tugas dan fungsi BLI. Kerja sama ini mendukung tugas pokok fungsi utama BLI, khususnya dalam penelitian aksi/action research dan penelitian terapan/applied research di bidang sosial ekonomi dan kebijakan.

“Kami tidak lagi hanya berkutat pada penelitian dasar, tetapi tuntutan saat ini harus mengarah pada penelitian terapan/applied research yang perencanaannya harus bersifat holistik, integratif, dan spasial. Salah satu contoh bentuk penelitian terapan yang sedang berjalan adalah Kerja sama KANOPPI yang saat ini sudah memasuki Fase ke-2”, kata Agus.

Ia lalu menekankan sudah saatnya memberikan perhatian lebih pada penelitian agar manfaatnya makin luas dirasakan masyarakat. Tentu penelitian dan inovasi akan memberikan kemanfaatan yang berdampak pada peningkatan nilai sosial, ekonomi, dan ekologi.

“Dengan Yayasan Bambu Lestari yang telah menjadi mitra kita sejak tahun 2015 tentunya bersama-sama kita bisa mewujudkan pengelolaan bambu yang berkelanjutan. Pemanfaatan bambu yang terintegrasi antara sektor hulu, tengah, dan hilir dalam mendukung industri bambu rakyat di Indonesia”, tegas Agus.

Pada kesempatan yang sama, Kepala P3SEKPI Djati Witjaksono Hadi menjelaskan bahwa KANOPPI-2 merupakan proyek dengan pendanaan dari Australian Center for Agricultural Research (ACIAR) dalam skema multilateral. World Agroforestry Center (ICRAF) sebagai project leader bersama BLI menyusun proposal dan pelaksanaan kerjasama.

“Terdapat 5 objective, di mana objective-5 akan dikerjakan oleh BLI melalui P3SEKPI. Sesuai memo Kepala BLI, Oktober 2017, telah ditunjuk Kepala P3SEKPI selaku National Coordinator untuk project KANOPPI 2 tersebut”, jelas Djati.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendukung proses kebijakan di tingkat daerah kabupaten dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan ekonomi daerah.

“(Contoh), pengembangan industri bambu di Kabupaten Ngada, hal ini juga bisa menjadi suatu model kolaborasi dan kerja sama yang cukup baik antara para pihak, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan masyarakat sebagai penerima manfaat utama. Ini juga bisa menjadi suatu model kolaborasi”, pungkas Djati.

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono