Berita

SATRIA ASTANA, “KESATRIA” PERTAMA DARI P3SEKPI




JAKARTA_Hari ini, 16 Juli 2020, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) menuliskan sejarahnya sendiri. Dr. Ir. Satria Astana, M.Sc., pria kelahiran Jember 62 tahun lalu menorehkan tinta emas, dikukuhkan sebagai Profesor Riset. Sebuah pencapaian tertinggi seorang ilmuwan. P3SEKPI berbangga, telah lahir seorang Profesor Riset pertama dari rahimnya. Satria Astana merupakan Profesor Riset ke-553 (nasional) dan ke-27 di KLHK. Menggeluti riset di Badan Litbang dan Inovasi (BLI) lebih dari 3 dasawarsa tanpa henti, Sang “Kesatria” Ekonomi Kehutanan berhasil menggapai puncak.

Hari ini, di gedung KLHK, di hadapan Sidang Majelis yang terhormat, dihadiri Menteri KLHK Siti Nurbaya, bergaung orasi ilmiah “Strategi dan Kebijakan Membangkitkan Sekaligus Mengurangi Emisi Sektor Riil Kehutanan”. Menyadari porsi HHBK dalam PDB sektor riil kehutanan relatif kecil dan jasa lingkungan masih belum berkembang, pembangkitan sektor riil kehutanan melalui peningkatan produksi kayu HTI perlu ditempuh.

Dibutuhkan 3 strategi agar kebangkitan itu mungkin digapai:

  1. Meningkatkan produksi kayu HTI sebesar 9,5% per tahun pada areal perusahaan HTI yang tidak produktif dan belum bersertifikat S-PHPL seluas 5,7 juta ha.
  2. Memperbaiki property rights dalam pengelolaan HTI.
  3. Mengoreksi distorsi harga kayu bulat di pasar dalam negeri.

Gampang? Tentu tidak. Ada 6 tantangan yang menghadang:

  1. Ketidakpastian dan ketidaksempurnaan property rights dalam pengelolaan hutan produksi.
  2. Pemaksimalan laba pada hutan alam dilakukan sebelum penataan tegakan.
  3. Tingginya distorsi harga kayu bulat di pasar dalam negeri.
  4. Sistem tataniaga hasil hutan yang tidak efisien dan struktur pasar yang tidak kompetitif.
  5. Aplikasi standar pengelolaan hutan lestari.
  6. Penegakan hukum.

Ada 3 solusi yang ditawarkan:

  1. Koordinasi KLHK-PEMDA-APHI untuk mengatasi ketidakpastian dan ketidaksempurnaan property rights.
  2. Koordinasi KLHK-Kemenko Bidang Perekonomian-Kementerian Perindustrian-Kementerian Perdagangan-PEMDA-APHI untuk mengatasi distorsi harga kayu bulat dan efisiensi sistem tataniaga hasil hutan serta perbaikan struktur pasar.
  3. KLHK memperkuat kebijakan penerapan standar pengelolaan hutan secara lestari dan penegakan hukum, di samping menetapkan kebijakan penataan tegakan pada pengelolaan hutan alam produksi.

Apresiasi tinggi dan ungkapan selamat layak kita layangkan. Rasa syukur kita akan selalu mendaki ke langit. Prof. Ris. Satria Astana, teruslah berkarya, teruslah menginspirasi.

 _dapur digital_