Berita

Annual Meeting "New Normal" ACIAR Gambut Kita




P3SEKPI_Ada yang berbeda dalam annual meeting (pertemuan tahunan) ACIAR FST/2016/144 (ACIAR Gambut Kita) tahun ini. Acara yang biasanya diwarnai dengan berkumpul dalam sebuah gedung pertemuan, kini harus dijalankan secara virtual karena situasi pandemi Covid-19. Menghadapi itu, ACIAR Gambut Kita menggelar Annual Meeting 2020 “new normal” yang dikoordinir oleh Daniel Mendham, Koordinator ACIAR FST/2016/144 (14/7) untuk membahas perkembangan proyek “Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia”.

Virtual meeting berlangsung selama tiga hari (14-16 Juli 2020). Acara Ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Banjarbaru dan Jakarta. Pelaksana kegiatan, baik dari dalam maupun luar negeri hadir dalam virtual meeting tersebut. Beberapa yang hadir yaitu P3SEKPI, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang, BP2LHK Banjarbaru, Yayasan Tambuhak Sinta (YTS), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Universitas Palangka Raya (UPR). Mitra dari Australia yang hadir di antaranya CSIRO, Australian National University (ANU), University of Sunshine Coast (USC), La Trobe University, RMIT University, dan James Cook University.

Ada dua agenda pertemuan yaitu Introduction and Project Progress dan Steering Committee Meeting. Di hari pertama dan kedua, internal tim membahas hasil kegiatan setahun, baik progress maupun challenges masing-masing objektif kegiatan. Sebagaimana diketahui, objektif (tujuan) proyek ACIAR FST/2016/144 adalah: 1) Mengurangi kebakaran lahan gambut yang tidak diinginkan, 2) Menghasilkan pengetahuan baru untuk mendukung restorasi lahan gambut, 3) Memastikan mata pencaharian dan industri dapat berkelanjutan di lahan gambut yang dipulihkan, 4) Menumbuhkan praktik terbaik melalui analisis dan perbaikan kebijakan, dan 5) Mengembangkan pengetahuan baru yang akan mendukung upaya lembaga pelaksana agar berhasil dalam mengembalikan kondisi lahan.

Steering Committee Meeting (Rapat Komite Pengarah) dilaksanakan pada hari ketiga, dihadiri oleh perwakilan instansi/lembaga, baik pusat maupun daerah. Beberapa yang hadir adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten OKI, P3SEKPI, Badan Restorasi Gambut (BRG), Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat-KLHK, Direktorat Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi-KLHK, Kementerian PPN/Bappenas, Biro Kerjasama Luar Negeri-KLHK, dan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan-KLHK.

Dr. Niken Sakuntaladewi selaku koordinator proyek Indonesia menyampaikan bahwa restorasi lahan gambut yang adil dan berkelanjutan sangat penting bagi Indonesia, bagi tetangganya, dan bagi dunia. “Jelas ada banyak yang harus dilakukan, masih ada 18 bulan tersisa, diharapkan tim dapat fokus untuk menyelesaikan kegiatan saat ini”, ujar Niken.

Penulis: Mohamad Iqbal

Editor : Hariono