Berita

PENGUKUHAN PROGRAM PROFESI INSINYUR ANGKATAN I 2019/2020




BOGOR_, Pada Sabtu, 25/07/2020, diadakan acara Pengukuhan Program Profesi Insinyur. Diselenggarakan atas kerja sama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan IPB University, hadir dalam acara tersebut antara lain , Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi KLHK, Agus Justianto, serta beberapa pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama KLHK.

Sebelum pengukuhan, dilaksanakan kuliah penyegaran oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Romli, MSc.St., IPU selaku Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) IPB University, dan kuliah penyegaran tentang Peran dan Tantangan Program Profesi Insinyur dalam Pembangunan Pertanian oleh Prof. Dr. Ir Djoko Santoso, M.Sc. IPU, serta Etika dan Profesionalisme Insinyur oleh Ir. Achmadi Partowijoto, Cert. AE, IPU.

Pengukuhan insinyur ini adalah pengukuhan insinyur di IPB University pertama sejak gelar insinyur dihapuskan dan diganti menjadi sarjana. Pengukuhan terbagi menjadi tiga bidang yaitu 376 orang dari bidang Insinyur Teknik Kehutanan, 24 orang dari Insinyur Industri Pertanian, dan 34 orang Insinyur Teknik Pertanian. Semua lulusan berasal dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dilakukan  secara luring (off line) kombinasi secara daring (online).

Rektor IPB University, Prof. Dr. Ir. Arif Satria pada sambutannya berharap lulusan insinyur pertama ini dapat menjadi sumber daya manusia unggul dan mendukung program profesi insinyur jalur reguler.  "Kami ucapkan selamat kepada 434 orang yang dikukuhkan hari ini. Lulusan terdiri dari 73 dosen IPB University dan 561 lulusan berasal dari instansi lain, baik dosen, instansi pemerintah maupun perguruan tinggi swasta".

Setelahnya, dilanjutkan sambutan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, Prof. Ir. Nizam, M.Sc, PhD., yang menyampaikan bahwa “tambahan insinyur baru ini, selain menjadi insinyur profesional, tentu membawa nafas dari kampus IPB University sebagai technosociopreneur university”. "Seperti semangat setiap insinyur Indonesia, yaitu membangun peradaban bangsa dan memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, ini adalah tantangan besar menghadapi dunia profesi keinsinyuran kita dengan terbukanya pasar tenaga kerja ASEAN dan mobilitas dari profesi, termasuk di dalamnya profesi insinyur, itu sudah dibuka lebar," tuturnya.

Prof. Nizam menambahkan, “tatanan ke-insinyur-an profesional di dalam negeri pada waktu itu belum ada. Ketika di tahun 2014 Indonesia menyiapkan Undang-Undang ke-insinyur-an, rasio jumlah insinyur atau sarjana teknik per juta penduduk Indonesia baru 2.671 insinyur per satu juta penduduk.  "Ini jauh dari Korea Selatan yang memiliki rasio insinyur sebesar 75.303 insinyur per satu juta penduduk”.

“Saat ini kita tahu Indonesia sedang mendorong pembangunan infrastruktur yang diharapkan menjadi konektor pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, produksi dengan pasar dan juga pusat-pusat kegiatan masyarakat yang akan mengangkat perekonomian bangsa dan negara secara signifikan ke depan," tambah Prof. Nizam.

Lebih lanjut Prof. Nizam menerangkan, pembangunan ke depan yang diharapkan adalah pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, kunci dari semua itu adalah para insinyur yang dihasilkan dari perguruan tinggi adalah insinyur unggul.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir.  Heru Dewanto mengucapkan selamat kepada seluruh insinyur yang dikukuhkan pada hari ini. Ia menjelaskan, selama lima tahun ini, Indonesia telah melakukan lompatan pembangunan infrastruktur secara signifikan.  "Sebuah kehormatan bagi para insinyur yang telah menjadi aktor utama di dalam membuat lompatan infrastruktur tersebut. Namun demikian, pandemi ini mengancam kondisi infrastruktur kita, berkurangnya investasi dapat menurunkan keandalan dan kapasitas infrastruktur yang berdampak pada cost production yang meningkat dan menurunkan daya saing produk Indonesia," jelas Heru.

Selanjutnya Heru menambahkan, capaian yang sudah ada harus dipertahankan dan tidak boleh tergerus oleh pandemi, karena infrastruktur adalah pondasi bagi recovery pasca-pandemi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya yang juga dikukuhkan sebagai insinyur mengatakan “memasuki periode kedua pemerintahan saat ini Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak KH. Ma’ruf Amin menetapkan program utama untuk melanjutkan program pembangunan di periode pertama, yakni agenda Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Indonesia Maju”.   SDM Unggul, Indonesia Maju, dimaksudkan untuk Indonesia, yang tidak ada satu pun rakyat Indonesia-nya tertinggal dalam upaya meraih cita-cita, Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat”.

Undang-undang Keinsinyuran menjamin serta memberikan perlindungan hukum bagi insinyur teregistrasi (registered engineer), pengguna (yang mempekerjakan tenaga insinyur), maupun pemanfaat yang berkenaan dengan kegiatan dan karya ke-insinyur-an, tambah Siti. 

Insinyur memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk itu, seorang insinyur harus dapat bersaing di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta turut berperan dalam kompetisi global guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Peran insinyur di berbagai bidang industri juga harus ditingkatkan untuk merangsang perkembangan penelitian dan teknologi industri di Indonesia. Selain itu, perlu adanya dorongan dalam pemutakhiran pengetahuan. Seorang insinyur tidak hanya berperan dalam operasi dan pemeliharaan perangkat keras, melainkan turut mengembangkan daya saing dan nilai tambah secara berkelanjutan di bidang industri," papar Siti Nurbaya.

Siti menambahkan “Ke depan, dengan perkembangan pandemic COVID-19 yang mendunia, tantangan bagi profesional insinyur lebih besar mengemuka dan sudah di depan mata kita saat ini, sebagaimana dicontohkan kebijakan dalam kaitan Korean New Deal dengan kiprah kita di Indonesia yang tentunya sebagai elemen global”.

“Sebagai Menteri LHK yang hadir saat ini dari unsur Pemerintah, saya menegaskan bahwa pemerintah mendukung langkah-langkah dan kiprah profesi Insinyur Indonesia, dan Kementerian LHK sangat mendukung program profesi insinyur bidang lingkungan dan kehutanan, pungkas Siti Nurbaya.

Turut hadir pada perhelatan ini adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim periode Februari s/d Juni 2020, Djati Witjaksono Hadi dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian LHK di seluruh Indonesia. Selain itu juga hadir Ir. KRT. Darori Wonodipuro, MM., Anggota Komisi IV DPR RI.

_djati . hadi_