Berita

Menyemai Sukses Di Lahan Gambut




DESA GARUNG_ Ciprianus Supriyanto nama lengkapnya. Dalam keseharian, orang lebih mengenalnya sebagai Pak Pri. Dia bukan kelahiran Desa Garung, tapi pengembara dari Palembang. Ia dan keluarganya pindah dari tempat asalnya karena alasan ekonomi, demikian ia bertutur. Di tempat asal, harga tanah cukup mahal. Secara umum, ini berbeda dengan di Desa Garung. Di sini, harga tanah masih tergolong murah, terutama saat kepindahannya di tahun 2007.

Perjumpaan pertama kami terjadi saat tim peneliti datang ke Desa Garung untuk mengambil data penelitian Kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional: Kajian Strategi Penerapan Teknik Budidaya Gambut berkelanjutan oleh Masyarakat.  Dua kali kami bertemu. Pertama, saat interview pengisian kuesioner dan kunjungan ke lahan beliau, serta  saat FGD (Focus Group Discussion-Diskusi Kelompok Terarah) di mana Pak Pri datang bersama istri. Banyak pengalaman serta ilmu yang ia bagikan sehingga pengumpulan data menjadi lebih mudah.

Di awal kepindahan ke desa Garung, Pak Pri memulai usaha taninya dengan luasan lahan sekitar 5 hektare. Sekian lama berusaha, kini lahannya telah mencapai 40 hektare.. Ini menunjukkan keuletan pak Pri (beserta keluarganya) mengolah lahan gambut miliknya dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga.

Pak Pri menjadi contoh nyata cerita sukses bertani di lahan gambut. Ia sudah memahami bagaimana membudidayakan tanaman  di lahan gambut yang menurut banyak orang merupakan lahan yang sangat sukar untuk ditanami apa saja. Berbeda dengan kebanyakan orang, Pak Pri justru melihat Desa Garung (dan usaha tani di lahan gambut secara umum) dengan pandangan sangat optimis. Menurutnya, kemajuan di Garung cukup signifikan. Praktik perladangan berpindah sudah berkurang drastis, budaya meramu hutan* pun sudah jauh berkurang karena petani mulai beralih ke budaya berkebun.

Pesan Pak Pri: galakkan penyampaian informasi kepada masyarakat. Olah lahan gambut kita dengan baik, sesuai jenis lahannya, karena memang mengolah lahan gambut itu susah-susah gampang, harus kita kenali dulu ciri-ciri khasnya.

*Meramu hutan = mengambil hasil hutan, contohnya adalah menebang kayu untuk dijual.

Penulis: Bugi K. Sumirat