Berita

Dahsyat! Indonesia Siap Implementasi Pembayaran Karbon




JAKARTA_Melalui Program Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF) World Bank, Pemerintah Indonesia siap mengimplementasikan program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Dengan itu, Indonesia berpeluang menerima pembayaran berbasis hasil (Results Based Payment/RBP) hingga 110 juta USD untuk mengurangi 22 juta ton emisi CO2 di Provinsi Kalimantan Timur.

Koordinator FCPF-CF, I Wayan Susi Dharmawan mengatakan bahwa kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan dokumen Emission Reduction Payment Agreement (ERPA) secara elektronik antara Kementerian LHK yang diwakili Sekretaris Jenderal KLHK dengan Country Director World Bank Wilayah Indonesia - Timor Leste pada tanggal 27 November 2020.

“Penandatangan kesepakatan dokumen ERPA antara KLHK dan World Bank menjadi milestones pencapaian fase persiapan. Pembayaran akan diterima secara bertahap sesuai target penurunan emisi yang berhasil dicapai. Pada 2021, target penurunan emisi sebesar 5 juta ton CO2 atau setara 25 juta USD; tahun 2023 sebesar 8 juta ton CO2 atau setara 40 juta USD; dan tahun 2025 sebesar 9 juta ton CO2 atau setara 45 juta USD; sehingga total mencapai 110 juta USD”, ujarnya.

Wayan menjelaskan, sebelumnya, Pemerintah Indonesia dalam hal ini KLHK dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyerahkan dokumen ERPD (Emission Reduction Program Document) dan mendapatkan persetujuan pada Februari 2019. Selain itu, berbagai penyiapan perangkat REDD+ telah dilakukan di Provinsi Kaltim seperti MMR (Measurement, Monitoring & Reporting), safeguards dan benefit sharing mechanism, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, serta penyiapan pengelolaan implementasi.

BLI selaku Executing Agency dan P3SEKPI selaku Implementing Agency FCPF Readiness Grant Word Bank berperan besar dan terlibat penuh di hampir seluruh proses yang dikerjakan. Webinar “Launching dan Talkshow: Menuju Implementasi Pembayaran Penurunan Emisi Program FCPF-CF Indonesia - World Bank” pada 15 Desember 2020 merupakan bentuk nyata di mana BLI dan P3SEKPI berkontribusi tanpa henti. Keduanya terus menyebarkan informasi mengenai program ini.

“Dalam webinar ini juga akan disampaikan kesiapan Kementerian LHK dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam kelembagaan pengelolaan dan operasionalisasi Benefit Sharing Mechanism, serta memberikan pembelajaran (lesson learn) penyiapan implementasi program penurunan emisi FCPF-CF”, kata pria yang biasa disapa Wayan.*

_dapur digital_