Berita

45 Hari Yang Penuh Ilmu




SURAKARTA_Kuliah Kerja Magang merupakan mata kuliah wajib di Program Studi (Prodi) Sosiologi, Universitas Negeri Surakarta (UNS). Meski tengah didera pandemi COVID-19, program magang tahun 2021 tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Saya dan dua teman yang juga dari Prodi Sosiologi, Hanifa Salsabila (Hanifa) dan Rofi’atullaili (Rofi) memilih untuk magang di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) di Kota Bogor. Terhitung sejak 11 Januari hingga 24 Februari 2021, selama 45 hari kami menimba pengalaman di P3SEKPI.

Tak disangka, kami disambut hangat oleh para staf P3SEKPI saat pertama tiba. Tak sampai di situ, setiap kali datang ke kantor, pulang ke kos, hingga kami kembali ke Solo, perhatian terhadap kami terus mengalir. Rofi mengaku sangat nyaman magang dan belajar bersama para peneliti di P3SEKPI. “Saya merasa nyaman magang di sini karena selalu diperhatikan, selalu ditanyakan bagaimana kabar (kesehatannya), baik saat bertemu maupun via whatsapp. Badai corona membuat semua orang harus disiplin dan peduli dengan kesehatan.

Pandemi tidak menghalangi kami belajar di P3SEKPI. Sekalipun secara hybrid (offline dan online), P3SEKPI tetap memberi fasilitas wifi untuk zoom bersama peneliti. Di bawah bimbingan Budiyanto Dwi Prasetyo, seorang peneliti di P3SEKPI, kami dituntun dengan sabar dalam menjalani program magang. Pak Budi, begitu beliau biasa disapa, ternyata juga mengambil prodi sosiologi semasa kuliah sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam berdiskusi. Kami dapat lebih mudah memahami setiap materi yang disampaikan, baik secara teori maupun praktik.

Kami memperoleh pengetahuan baru tentang peneliti dan penelitian P3SEKPI. Hanifa juga mendapat banyak hal baru, misalnya tentang metode kuantitatif dalam penelitian sosial. “Saya jadi lebih paham bagaimana menggunakan metode kuantitatif dalam penelitian sosial dan mengerti bagaimana peneliti bekerja”, demikian dia berucap.

Tak hanya itu, kami mendapat pengetahuan secara lengkap dan belum pernah kami terima di kampus. Merancang proses penelitian, pembuatan jurnal, tips berkomunikasi dengan informan, membuka wawasan dan sudut pandang baru mengenai dunia penelitian di Indonesia khususnya di bidang sosial, ekonomi, dan kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan, semua kami peroleh.

Sedikit disayangkan, kami datang pada masa pandemi serta di awal tahun. Kami tidak dapat secara maksimal menyaksikan dan mengikuti bagaimana peneliti melakukan penelitian yang menjadi mandat P3SEKPI. Kegiatan penelitian banyak yang mulai dilaksanakan pada kuartal kedua. Meski demikian, kami tetap bersyukur karena P3SEKPI memberikan kami kurikulum magang yang komprehensif yang dilakukan secara online. Tugas mini riset dengan studi lingkungan berbasis sosiologi menjadi salah satu tugas yang menantang karena membantu kami mengenal dan memahami bagaimana sebuah penelitian sosial dikerjakan.

Kami sangat puas dengan apa yang kami terima. Semua itu tak lepas dari kerja tulus para pembimbing, peneliti, dan staf lainnya di P3SEKPI. Mereka tak kenal bosan membantu dan mengarahkan kami. Kepada Bapak Choirul Akhmad selaku Kepala P3SEKPI, Bapak Budiyanto Dwi Prasetyo sebagai pembimbing, peneliti, dan segenap insan P3SEKPI yang tak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih untuk sambutan dan ilmu yang diberikan.*

Penulis: Saropa Nor Hayati

Editor: Hariono