Berita

ACIAR FST 2016/144 Annual Meeting 2021




BOGOR_Di tengah pandemi yang sedang melanda dunia, ACIAR FST 2016/144 (ACIAR Gambut Kita) mengadakan annual meeting (pertemuan tahunan) yang pada tahun ini kembali diselenggarakan secara virtual. Bertema “Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia”, pertemuan dilaksanakan selama tiga hari (14-16 Juli 2021). Pertemuan dihadiri oleh sekitar 90 peserta, termasuk tim ACIAR (Australia dan Indonesia), pemerintah pusat, pemerintah daerah dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, universitas, dan mitra pembangunan.

Dalam sambutan pembukaan, Plt Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto, M.Sc., menyampaikan bahwa setidaknya ada empat hal penting terkait lahan gambut yakni pencegahan kebakaran, rehabilitasi lahan gambut yang rusak, harapan agar lahan gambut dapat berkontribusi dalam penyediaan pangan dan air bersih secara berkelanjutan, serta penanggulangan perubahan iklim.

“Lahan gambut merupakan lahan yang paling potensial dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Inilah salah satu alasan pemerintah Indonesia semakin serius dalam mencegah kebakaran dan merehabilitasi lahan gambut yang rusak”, demikian Agus menekankan.

Pertemuan ini mengusung tiga agenda penting yaitu project progress and challenges (kemajuan dan tantangan), co-project working session (sesi kerja proyek bersama), dan stakeholder forum (forum pemangku kepentingan), termasuk policy dialogue (dialog kebijakan). Sebagaimana diketahui, objektif (tujuan) proyek ACIAR FST 2016/144 adalah untuk: 1) Mengurangi kebakaran lahan gambut, 2) Menghasilkan pengetahuan baru untuk mendukung restorasi lahan gambut, 3) Memastikan mata pencaharian dan industri dapat berkelanjutan di lahan gambut yang dipulihkan, 4) Menumbuhkan praktik terbaik melalui analisis dan perbaikan kebijakan, dan 5) Mengembangkan pengetahuan baru yang akan mendukung upaya lembaga pelaksana agar berhasil dalam mengembalikan kondisi lahan.

Pertemuan tiga hari ini diharapkan mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi kelancaran proyek serta untuk pelestarian lahan gambut di Indonesia dan masyarakat luas. “Saya yakin banyak temuan penelitian yang ingin dikomunikasikan dan didiskusikan, tapi kita tidak punya kebebasan waktu karena ada perbedaan waktu di Indonesia, Australia, dan Italia. Ini merupakan waktu reuni bagi seluruh anggota tim yang telah bekerja secara terpisah sesuai dengan tujuan masing-masing selama setahun terakhir”, demikian pesan Plt Kepala P3SEKPI, Ir. Choirul Ahkmad, ME.*

Penulis: M. Iqbal
Editor: Hariono