Berita

Perkuat Pengelolaan Pengetahuan, “Gambut Kita” Adakan Zoominar dan Lokakarya




_BOGOR_Perjalanan panjang restorasi gambut dan pencegahan kebakaran di Indonesia telah menghasilkan banyak pengetahuan yang tersebar pada berbagai entitas yang terlibat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola pengetahuan sehingga dapat mendukung program penanggulangan kebakaran dan restorasi gambut di Indonesia secara lebih efektif. Menyikapi hal tersebut, Gambut Kita mengadakan zoominar bertajuk “Pengelolaan Pengetahuan pada Komunitas Gambut untuk Pemulihan Ekosistem dan Pencegahan Kebakaran”.

Zoominar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kerjasama penelitian antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia. Indonesia direpresentasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Badan Litbang dan Inovasi (saat ini bertransformasi menjadi Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan)/Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (saat ini bertransformasi menjadi Pusat Standardisasi Instrumen Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim/Pustandpi); sedangkan Australian Centre for International Agriculture Research/ACIAR merupakan representasi Pemerintah Australia. Proyek yang dikerjasamakan adalah “Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia” (FST/2016/144).

Zoominar dilaksanakan pada Rabu, 29 September 2021, dihadiri ± 140 peserta yang terdiri dari peneliti, akademisi, praktisi, serta pihak swasta yang berkecimpung dalam dunia gambut, baik dalam negeri maupun luar negeri. Zoominar dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama dihadirkan tiga narasumber, yaitu Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), International Tropical Peatland Center (ITPC), dan Yayasan Lahan Basah. Sesi selanjutnya difokuskan pada pelatihan pembuatan infografik (terbatas untuk tim Gambut Kita) sebagai sarana mempromosikan sains secara menarik di media sosial.

Dalam pembukaan, Plt Kepala PUSTANDPI, Dr. Kirsfianti L. Ginoga menyampaikan pentingnya pengelolaan pengetahuan (knowledge management) untuk memastikan pengelolaan gambut dan pencegahan kebakaran yang efektif dengan pelibatan multisektoral. “Knowledge management ini merupakan sesuatu yang wajib bagi suatu organisasi atau lembaga”, ujar Kirsfianti. “Melalui zoominar yang dihadiri beberapa pihak terkait gambut, baik dalam maupun luar negeri diharapkan terjadi saling sharing informasi sehingga dapat diketahui aksi dan rekomendasi kegiatan apa yang harus dilakukan untuk pengelolaan gambut”, demikian dia menambahkan.

Pada sesi paparan yang dipandu oleh Sri Lestari dari Tim Gambut Kita, Dian Nur Amalia (BRGM) menyampaikan “Pengembangan Sistem Data dan Informasi untuk Restorasi Gambut Indonesia”. Dian menyampaikan bahwa saat ini BRGM sedang mengembangkan sistem data dan informasi yang output-nya dapat diakses pada laman https://prims.brg.go.id/. Laman tersebut mengintegrasikan semua data, informasi, dan aplikasi yang telah dikembangkan BRGM seperti Sistem Informasi/SISFO (pemantauan sumur bor), Sistem Pemantau Air Lahan Gambut/SIPALAGA (curah hujan, kelembaban tanah, tinggi muka air tanah), dan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (Fire Danger Rating System/FDRS, prediksi daerah yang berpotensi kebakaran).

“Pengorganisasian pengetahuan: menghubungkan peneliti dengan pengguna” disampaikan oleh Sufiet Erlita (ITPC). “Berkaitan dengan knowledge management, ITPC telah mengembangkan knowledge repository dan expert directory”, ujar Sufiet dalam presentasinya. Knowledge repository yang dikembangkan ITPC memuat 11 jenis output, yaitu: publikasi, data, video, presentasi, berita, foto, infografik, peta, story, kontak, dan kegiatan. Expert directory memuat database sekitar 1.500 expert dalam bidang gambut tropis.

Ragil Satrio Gumilang dari Yayasan Lahan Basah (YLB) mempresentasikan “Integrasi Informasi di Yayasan Lahan Basah”. Ragil mengungkapkan bahwa saat ini YLB memanfaatkan media sosial, website, newspaper sebagai media untuk knowledge sharing dari sisi saluran eksternal. Dari saluran internal, YLB menggunakan repository, knowledge exchange, dan community of practise. “Pada repository dikompilasi semua kegiatan dan publikasi yang telah dilakukan YLB”, ujar Ragil menambahkan.

Sebagai bagian dari knowledge management, pada zoominar ini juga diadakan knowledge sharing dalam bentuk diskusi dan pertukaran pengalaman serta brainstorming untuk integrasi produk pengetahuan Gambut Kita dengan entitas lainnya yang terlibat dalam pengelolaan lahan gambut. Antusiasme peserta zoominar sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan.

Acara paruh pertama ditutup oleh Dana Apriyanto, S,Hut, M.Sc, MT dari PUSTANDPI. Dana menyampaikan bentuk pengelolaan pengetahuan yang telah dibangun oleh narasumber dan organisasinya dapat menjadi media yang dapat dikembangkan serta diintegrasikan untuk mendukung pengelolaan gambut berkelanjutan dan pencegahan kebakaran. Selanjutnya, dengan berkumpulnya banyak stakeholder dalam zoominar ini, telah terbentuk suatu koneksi yang ke depannya diharapkan dapat bersama-sama, bersinergi dalam mengelola gambut, ungkap Dana.

Zoominar dilanjutkan dengan lokakarya “Mengkomunikasikan Pengetahuan di Media Sosial” yang dibuka oleh koordinator Gambut Kita, Dr. Niken Sakuntaladewi. Niken mengajak tim Gambut Kita untuk menimba ilmu dalam lokakarya ini agar dapat mempromosikan sains lebih menarik dan meningkatkan skill.  Raissa Anjani dari Tim Gambut Kita bertindak sebagai moderator pada sesi 2 dengan narasumber Lambok E. Hutabarat dari Katadata. Materi “Teknik Menulis Infografik untuk Promosi Pengetahuan pada Media Sosial” menjadi lebih menarik karena peserta langsung mengikuti latihan dan teknik pembuatan infografik yang dipandu oleh narasumber. Di akhir acara, dipilih tiga konsep sciencetainment terbaik dari peserta teraktif.

Lokakarya ditutup oleh Ir. Choirul Akhmad, M.E dari PUSTANDPI, dengan pesan bahwa pembuatan infografik menjadi hal yang penting, tidak hanya untuk lembaga penelitian. “Harapannya, tim Gambut Kita dapat mengimplementasikan dan membagikan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan di satker”, ujar Choirul menambahkan.

Rangkaian zoominar dan lokakarya diharapkan dapat menjadi media pertukaran informasi tentang praktik pengelolaan pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dalam upaya pemulihan ekosistem dan pencegahan kebakaran pada lahan gambut di Indonesia.

 

Penulis: Leo Rio Ependi Malau & Tri Yulni

Editor: Mohamad Iqbal