Berita LHK

Profil 5 (lima) Ijin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) Sanggau (ITTO Project TFL-PD 032/13 Rev.2(M))




Kabupaten Sanggau terletak diantara garis1o10’ LU dan 0035’ LS serta di antara 109o45’ BT dan 111o11 BT.  Kabupaten dengan luas ± 12.857,7 km2 ini secara administrasi terdiri dari 15 kecamatan dan 163 desa serta 6 kelurahan.  Terdapat 37 desa di dalam dan sekitar hutan dimana masyarakatnya menggantungkan kehidupannya dari sumberdaya hutan.

Luas hutan di Kabupaten Sanggau ± 1,274.235,38 hektar dengan peruntukkan APL (areal penggunaan lain) ± 692.975,31 hektar, Perairan (sungai dan danau) ± 15.128,07 hektar, Cagar Alam ± 1.074,46 hektar, HPT (hutan produksi terbatas) ± 63.494,30 hektar, HPK (hutan produksi yang dapat dikonversi) ± 8.532,54 hektar, HP (hutan produksi) ± 396.404,14 hektar, dan HL (hutan lindung) ± 96.626,56 hektar.

Areal hutan yang diusulkan sebagai Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kabupaten Sanggau adalah eks project SFDP (Social Forestry Development Project) yang dulu dikelola oleh GTZ, sebuah project yang kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman 1996-2002,  seluas ± 102.500 hektar yang peruntukkan adalah Hutan Produksi dan Hutan Lindung.  Ketika Departemen Kehutanan melakukan sosialisasi HKm di Kabupaten Sanggau tahun 2008 maka areal tersebut disepakati menjadi areal HKm dimana survey dan verifikasi kemudian dilakukan.  Tahun 2011, Menteri Kehutanan dengan SK No. 364/2011 menjadikan ± 70.090 hektar areal eks SFDP tersebut menjadi Areal Kerja HKm.  Areal ini secara administrasi meliputi 4 kecamatan, 8 desa, dan 59 pemukiman (kampung atau RT).

Tahun 2011 tersebut Bupati Sanggau menetapkan Kelompok Tani HKm di Dusun Tukun – Desa Sungai Dangin dan Dusun Mobui – Desa Mobui.  Kelompok Tani di Dusun Tukun bernama Kelompok Tani Bauh Mongkat, sedangkan Kelompok Tani di Dusun Mobui bernama Kelompok Tani Harapan Maju. Pada tahun 2011 juga terbentuk Kelompok Tani di Dusun Ngalok – Desa Sejuah.  Ketiga kelompok tersebut mendapatkan IUPHKM pada tahun 2012.

Tahun 2012 ditetapkan 4 kelompok tani di RT Langka, Dusun Periji, Dusun Smantap, dan Nanga Jugan. Disusul penetapan 1 kelompok tani di Dusun Sejuah – Desa Sejuah pada tahun 2013, yaitu Kelompok Mawa Sejuah.  Tahun 2013 juga didirikan 2 KUB (kelompok usaha bersama), yaitu KUB Bokal Kamuo di Dusun Ngalok Desa Sejuah Kecamatan Kembayan dan KUB Bauh Mongkat di Dusun Tukun Desa Sungai Dangin Kecamatan Noyan.  Tahun 2013 Bupati Sanggau mengeluarkan IUPHKm untuk Kelompok Nogo Bauh di RT Periji Dusun Periji dan Kelompok Bokal Onak Sungkuh di RT Langka Dusun Periji, keduanya di Dusun Periji Desa Sungai Dangin Kecamatan Noyan.

Hingga akhir 2014 telah ada 5 kelompok tani HKm yang mengelola kawasan hutan ± 5.150 hektar dalam areal kerja ± 76.090 hektar yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan.  Akan tetapi pada Agustus 2014 Menteri Kehutanan mengeluarkan IUPHHK-HT ± 31.080 hektar untuk PT Duta Andalan Sukses di kawasan hutan Sanggau, dimana ± 20.797,15 hektar diantaranya berada di Areal Kerja HKm.

Proyek ITTO TFL-PD 032/13 Rev.2(M) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat kapasitas institusi lokal dalam mengelola HKm.

Profil 5 IUPHKm Sanggau tersaji pada poster dibawah ini:

  1. HKm Ngalok
  2. HKm Mobui
  3. HKm Tukun
  4. HKm Langka
  5. HKm Periji