BERITA

1.000 desa bambu: stimulir kesejahteraan
2017/08/10 - 12:02 pm

Sebesar 85% emisi gas rumah kaca (GRK) disebabkan oleh aktivitas pemanfaatan lahan yang mengakibatkan kerusakan hutan dan kebakaran lahan gambut. Tingginya emisi tersebut menyebabkan berbagai dampak negatif yang bercabang. Karbon dioksida tetap di atmosfir selama 200 tahun, sehingga emisi yang dikeluarkan sekarang akan terus menghangatkan iklim di masa depan. Hal tersebut meyebabkan penyusutan pasokan air dan peningkatan cuaca ekstrim. Dampak dari situasi tersebut adalah semakin tingginya potensi kebakaran hutan, terganggunya kestabilan ekologi, dan terganggunya pembangunan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Emisi bagaikan bom curah yang menyebabkan kekacauan sistemik.


Banjir akan abadi jika tanpa harmonisasi aksi
2017/07/07 - 02:37 pm

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwing merupakan DAS kritis prioritas 1 (kesatu) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Permasalahan utama yakni bencana banjir yang rutin terjadi dan belum juga terselesaikan. Penanganan kolaboratif merupakan keharusan mengingat komplektisitas masalah, pihak-pihak yang seharusnya terlibat dalam penyelamatan Ciliwung justru sibuk dengan programnya sendiri. Apakah harus menunggu jakarta tenggelam baru bersatu?


Perubahan Iklim: Sebab dan Dampak
2017/07/05 - 02:02 pm

Perubahan iklim itu nyata dan sedang terjadi saat ini. Kebanyakan dari kita tahu bahwa saat ini bumi semakin panas, tetapi apakah kita benar-benar mengetahui penyebabnya atau dampaknya?


Kunci Kebangkitan Agroforestry di Majenang
2017/07/04 - 11:11 am

Sumber gambar: www.agforward.eu

Agroferstry didefinisikan sebagai suatu sistem pemanfaatan lahan yang mengkombinasikan tanaman tahunan, pertanian, dan atau ternak pada lahan yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan baik ekonomi, sosial, maupun ekologi. Keuntungan-keuntungan tersebut telah mendorong para pihak untuk menjadikan sistem agroforestry sebagai salah satu cara mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Hasil penelitian menemukan empat faktor kunci yang harus mendapat perhatian dalam usaha pengembangan kelembagaan agroforestry di Kecamatan Majenang.


Supriadi dan Hikayat HKm Di Lampung
2017/06/21 - 02:28 pm

Supriadi, pria paruh baya yang berdinas di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS),  begitu mahir bertutur tentang hutan kemasyarakatan (HKm) Provinsi Lampung. Program HKm begitu kuat tertancap di dadanya; menurutnya itulah solusi paling pas untuk persoalan degradasi hutan Indonesia. Selain membenahi hutan yang rusak, HKm diyakini mampu menstimulir kemandirian masyarakat dalam peningkatan taraf hidup. Pada akhirnya, masyarakat akan hidup rukun dengan hutan yang  terjaga. Siapa yang dirugikan? Tak ada! Siapa yang diuntungkan? Semuanya!

 


The 22nd Joint Inter-Governmental Meeting / Scientific Planning Group Meeting
2017/05/08 - 03:52 pm

Joint Inter-Governmental Meeting/Scientific Planning Group Meeting merupakan agenda tahunan Asia Pacific Network for Global Change Research (APN) yang bertujuan untuk pengambilan keputusan terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan menyusun agenda kegiatan tahun berikutnya. APN terdiri dari tiga komisi yaitu: 1) komisi sub regional Asia Selatan (Bhutan, Nepal, India); 2) komisi sub regional Temperate Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, Mongolia); 3) komisi sub regional Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Laos).


Agroforestry Dalam Bingkai Ketahanan Pangan
2017/05/04 - 10:28 am

Krisis pangan menjadi salah satu persoalan besar bangsa Indonesia di antara berbagai persoalan lain seperti  krisis air, kebakaran hutan dan lahan, krisis energi, lahan kritis, dan lain-lain. Berangkat dari ragam persoalan seperti itu, pada Rabu 3 Mei 2017, Dr.Ir.Hj. Sabrina, M.Si. - Staf Ahli Menteri Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) - berkenan menyambangi Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), dengan terobosan gagasan meningkatkan ketahanan pangan melalui agroforestry


Restorasi Gambut Keniscayaan Menghadirkan Kembali Ekosistem dalam Hutan Lestari: Model Pembelajaran Taman Nasional Sebangau dan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (Khdtk) Tumbang Nusa di Kalimantan Tengah
2017/05/04 - 08:08 am

Di Kalimantan Tengah restorasi gambut telah dimulai jauh sebelum adanya kebijakan Pemerintah 2,4 juta Haterhadap kawasan hutan dan lahan yang rusak akibat dampak kebakaran. Upaya restorasi sebagai keniscayaan untuk menghadirkan kembali  ekosistem dalam hutan yang lestari, dapat belajar dari pengalaman pengelolaanTaman Nasional Sebangau (TNS) dan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa.


Lisensi FLEGT Tumbuhkan Daya Saing Produk Hasil Hutan Indonesia
2017/04/17 - 11:12 am

Saat ini Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang meraih hak untuk menerbitkan lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT) atau Penegakan Hukum Kehutanan, Tata Kelola, dan Perdagangan setelah melalui negosiasi panjang dengan Uni Eropa (UE), menyusul ditandatangani Voluntary Partnership Agreement pada 2013 dan ratifikasinya pada 2014.


RI-Finlandia Teken Kerja Sama Pengembangan Kehutanan
2017/04/10 - 09:18 am

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama dengan Menteri Pertanian dan Kehutanan Finlandia, Kimmo Tiilikainen, menyepakati kerja sama bidang kehutanan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Helsinki, Jumat (7/4/2017). Penandatanganan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Finlandia dan Estonia, Wiwiek Setyawati Firman.


 
Pengunjung hari ini : 17
Total pengunjung : 28652
Hits hari ini : 96
Total Hits : 467577
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015