BERITA

Menyiapkan Insentif untuk “Penjaga Iklim”
2019/02/18 - 07:39 am

_JAKARTA_Berbicara perubahan iklim (PI) berarti bicara keanekaragaman hayati dan nasibnya. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan salah satu komponen alam yang sangat sensitif ketika iklim berubah. Perubahan pola hidup fauna dan flora menjadi contoh dampak fenomena memanasnya bumi terhadap biodiversitas. Salah satu risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah kepunahan massal bagi mereka. Jika demikian, dapat dipastikan alam akan kehilangan keseimbangannya.


Siaran Pers "19th Carbon Fund Meeting Menyetujui ERPD Indonesia"
2019/02/12 - 04:23 am

Bogor_Dokumen Program Pengurangan Emisi (Emission Reduction Program Document/ERPD) ”East Kalimantan Jurisdictional Emission Reductions Program, Indonesia” dalam kerangka implementasi REDD+, dengan dukungan pendanaan dari FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) World Bank, telah disetujui oleh negara-negara donor pada pertemuan Carbon Fund Meeting ke-19 di Washington DC tanggal 5-7 Pebruari 2019.


Saling Untung Pelaku Jasa Lingkungan
2019/02/11 - 01:04 am

_Jakarta_Jasa Lingkungan merupakan skema usaha/bisnis sosial (social etrepreneurship) di mana masyarakat sebagai salah satu pelaku usaha memperoleh pembayaran atas usahanya menjaga lingkungan. Pembayaran atas jasa lingkungan (payment for environment services/PES) kini mendapat perhatian lebih, seiring dengan meningkatnya fenomena lingkungan global perubahan iklim. Bagimana skema PES bekerja?


Kesiapan Pemerintah Indonesia dalam Menyalurkan Dana untuk Pengendalian Perubahan Iklim
2019/01/25 - 08:33 am

_Jakarta_Komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon dioksida sebanyak 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan bantuan luar negeri pada tahun 2030 agaknya tidak akan terpenuhi jika hanya mengandalkan kerja Pemerintah. Harus ada inisiatif kerja adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari pihak non Pemerintah, misal korporasi, komunitas, dan masyarakat. Demi menstimulasi tumbuhnya inisiatif tersebut, Pemerintah berencana untuk menyalurkan dana insentif kepada pelaku adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sudah sampai mana persiapan rencana tersebut?


Resiliensi Bikin Risiko Bencana Tereduksi
2019/01/21 - 07:43 am

Dalam konteks bencana alam, resiliensi merupakan harga mati. Pengetahuan dan kemampuan masyarakat untuk bertindak saat terjadi bencana alam-terlepas dari takdir Tuhan, tentunya-amat sangat menentukan nasib mereka.


BLI Harus Maksimalkan Sinergitas, Jejaring Kerja, dan Sosial Media
2019/01/17 - 01:29 am

BOGOR_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merupakan bagian dari decision support system (sistem pendukung pengambilan kebijakan). Guna mengoptimalkan peran tersebut maka sinergitas antara manajemen dengan peneliti BLI harus dilakukan lebih baik lagi. Hingga akhir 2018, tercatat jumlah peneliti BLI sebanyak 487 orang, 10 di antaranya telah mencapai jenjang Profesor Riset. Sinergitas diperlukan untuk memaksimalkan hasil-hasil penelitian yang didukung oleh program-program penelitian yang mumpuni. 


Kepala BLI Meminta Peneliti-peneliti BLI Menjadi Peneliti yang Keren
2019/01/16 - 12:44 am

BOGOR_Dengan menyinggung era industri 4.0 dan zaman milenial yang dihadapi sekarang, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Agus Justianto meminta para peneliti BLI menjadi peneliti-peneliti yang keren. Beliau meminjam istilah yang sering digunakan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya. "Itu istilah yang biasa diucapkan Bu Menteri, kalau mengucapkan sesuatu yang hebat selalu mengucapkan kata keren", imbuhnya. Beliau ingin agar peneliti BLI menjadi peneliti yang hebat.


Pemuda Sebagai Motor Penggerak Perbaikan Lingkungan Negeri
2019/01/14 - 09:00 am

_BOGOR_Peran inisiatif pemuda tak lagi hanya sebagai pelengkap dari sebuah dinamika negeri. Mereka dapat menjadi motor yang mampu menggerakkan perbaikan dan pengembangan. Salah satu contoh adalah Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor.


COP 24 Berakhir, Indonesia Harus Bagaimana?
2019/01/11 - 08:06 am

_JAKARTA_Konferensi Tahunan Perubahan Iklim dari Berbagai Pihak (Conference of the Parties/COP) ke-24 di Katowice, Polandia telah berakhir. Perundingan yang berlangsung alot akhirnya dapat menyetujui beberapa elemen utama. Lantas, setelah itu Indonesia harus bagaimana?


Laut Kian Memanas, Ini Akibatnya
2019/01/11 - 02:26 am

_BOGOR_Beberapa dekade terakhir, ketika manusia mulai menggunakan bahan bakar batu bara, menebang hutan, menciptakan kendaraan bermotor, menyalakan penyejuk udara dan kulkas, diam-diam laut mengumpulkan sebagaian besar emisi karbon yang dilepaskan ke udara oleh kegiatan tersebut.


 
Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 42274
Hits hari ini : 181
Total Hits : 571868
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015