BERITA

The 22nd Joint Inter-Governmental Meeting / Scientific Planning Group Meeting
2017/05/08 - 08:52 am | 121 KLIK

Joint Inter-Governmental Meeting/Scientific Planning Group Meeting merupakan agenda tahunan Asia Pacific Network for Global Change Research (APN) yang bertujuan untuk pengambilan keputusan terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan menyusun agenda kegiatan tahun berikutnya. APN terdiri dari tiga komisi yaitu: 1) komisi sub regional Asia Selatan (Bhutan, Nepal, India); 2) komisi sub regional Temperate Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, Mongolia); 3) komisi sub regional Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Laos).

Pertemuan 2017 ini merupakan pertemuan ke-22, diselenggarakan pada 26-27 April 2017 di Hotel Radisson Blue, New Delhi, India. Dr. Subarudi, peneliti Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dipercaya oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI) untuk menjadi delegasi Indonesia dalam event tersebut.

Pertemuan memberikan gambaran sebagai berikut:

1. Komisi Sub Regional Asia Tenggara yang diketuai oleh Dr. Mounthip Sriratana dari Thailand dengan Dr. Subarudi dari Indonesia sebagai wakil ketua menyepakati hal-hal penting sebagai berikut:

  • Prioritas proposal tahun 2017-2018 adalah: 1) pengurangan risiko bencana dan daya tahan terhadap perubahan iklim; 2) daya tahan komunitas terhadap dampak perubahan iklim dalam wilayah yang rawan; 3) energi dan ekosistem di dalam perubahan iklim dan masyarakat rendah karbon; 4) pengelolaan air, produktivitas pertanian, dan zat makanan.
  • Menggali kemungkinan mekanisme pendanaan pendamping antara APN dan Thailand. Melalui CAPaBLE, Thailand akan melaksanakan “the 2nd Training of Trainers on Urban Climate Adaptation in SEA and Synthesis workshop di Bangkok. Dr. Jariya Boonjawat, anggota SPG dari Thailand ditunjuk sebagai koordinator.
  • Melanjutkan workshop“Technology Need Asssement (TNA) on Climate Change Mitigation and Adaptation (CCMA) in SEA: Experience Sharing and Technological Transfer”. Dr. Kim Chi Ngo (Viet Nam) ditunjuk sebagai koordinator.
  • Proposal Development Training Workshop (PDTW) dilaksanakan di Viet Nam, back to back dengan pertemuan Komisi Sub Regional Asia Tenggara bertema ”Pengurangan risiko bencana dan daya tahan komunitas terhadap dampak perubahan iklim dalam wilayah yang rawan”. Opsi lain tempat pelaksanaan adalah Filipina. APN diminta mengundang Pemerintah Myanmar untuk berpartisipasi dalam pertemuan Komisi Sub Regional Asia Tenggara mendatang. 

2. Agenda pertemuan juga menampilkan poster hasil penelitian perubahan iklim yang dilakukan oleh peneliti-peneliti muda (Community of Researcher for Youth Society-CRYS) India. Penilaian poster tersebut berdasarkan kriteria: a) pendahuluan, b)metodologi, c) hasil penelitian, d)diskusi, e) orisinalitas penelitian, f)pengorganisasian hasil penelitian, g)kesimpulan, h) rekomendasi, i)keunggulan hasil riset.

3. Tindak lanjut IGM Meeting yang harus dilakukan oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI) sebagai focal point APN adalah sebagai berikut:

  • BLI diharapkan dapat membantu APN dalam menyukseskaan kegiatan APN tahun 2017-2018 dengan berpartisipasi aktif dan berkontribusi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Sekretariat APN.
  • Selama ini Indonesia belum pernah membuat proposal untuk kegiatan penelitian yang didanai oleh APN sehingga diharapkan tahun 2018-2019 BLI sudah mulai membuat proposal penelitian dalam lingkup Komisi Sub Regional Asia Tenggara.
  • Persyaratan proposal yang didanai oleh Sekretariat APN adalah riset kolaborasi yang paling sedikit melibatkan peneliti-peneliti muda atau senior dari dua anggota APN lainnya. Dana yang disediakan berkisar antara 15.000-85.000 USD dan disertai dengan dana pendamping dari penerima dana (GOI contribution) bisa dalam bentuk “cash” atau “in-kind contribution”. Sebenarnya BLI dapat membuat proposal pengembangan masyarakat melalui Project CAPaBle dan LAPAN sudah mendapatkannya untuk tahun 2015/2016.

Sebenarnya BLI dapat membuat proposal pengembangan masyarakat melalui Project CAPaBle dan LAPAN sudah mendapatkannya untuk tahun 2015/2016.


Informasi lebih lanjut:

Dr. Subarudi,

Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim, Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi KLHK

Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor-Jawa Barat

Telp. (0251) 8633944

Email: rudi.subarudi@yahoo.co.id



 
Pengunjung hari ini : 48
Total pengunjung : 31057
Hits hari ini : 204
Total Hits : 484216
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015