BERITA

Kunci Kebangkitan Agroforestry di Majenang
2017/07/04 - 04:11 am | 19 KLIK

Sumber gambar: www.agforward.eu

Agroferstry didefinisikan sebagai suatu sistem pemanfaatan lahan yang mengkombinasikan tanaman tahunan, pertanian, dan atau ternak pada lahan yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan baik ekonomi, sosial, maupun ekologi. Keuntungan-keuntungan tersebut telah mendorong para pihak untuk menjadikan sistem agroforestry sebagai salah satu cara mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Majenang sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah memiliki masyarakat yang banyak menerapkan sistem agroforestry pada lahan milik, terutama lahan kering. Bentuk sistem agroforestry yang secara umum diterapkan adalah sistem agroforestry kebun campuran yang mengkombinasikan tanaman kayu-kayuan, perkebunan, buah-buah, dan pertanian pada lahan yang sama.

Agroforestry di Majenang mengalami berbagai permasalahan dalam perjalanannya. Masih rendahnya dukungan kebijakan pemerintah, lemahnya koordinasi dan sinergitas program di antara instansi pemerintah, lemahnya dukungan para pihak dalam pengembangan usaha tani agroforestry seperti lembaga keuangan dan perusahaan swasta, belum tersedianya teknologi agroforestry yang bersifat komprehensif dan spesifik lokasi, dan masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam usaha tani agroforestry adalah sekelumit permasalahan yang dihadapi. Permasalahan tersebut sangat berpotensi mengurangi tingkat keberhasilan usaha tani agroforestry, bahkan mengagalkannya apabila tidak segera diselesaikan.

Hasil penelitian menemukan empat faktor kunci yang harus mendapat perhatian dalam usaha pengembangan kelembagaan agroforestry di Kecamatan Majenang yaitu dukungan kebijakan pengembangan agroforestry, ketersediaan paket teknologi agroforestry, optimalisasi peran Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten (Dishutbun) Cilacap, dan optimalisasi peran institusi penelitian/perguruan tinggi. Apabila keempat faktor kunci tersebut mampu dikelola dengan baik maka keberhasilan sistem agroforestry dapat di tingkatkan.

Kebijakan agroforestry yang mengakomodir nilai-nilai kerafian lokal, memiliki kesesuaian dengan kondisi biofisik, sosial dan ekonomi masyarakat, serta pelibatan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembuatan kebijakan diharapkan menjadi salah satu solusi dalam pengembangan agroforestry di Majenang. Selain itu, proses pembuatan kebijakan agroforestry hasrus didasarkan kepada hasil kajian/penelitian (dalam bentuk paket teknologi) institusi penelitian/perguruan tinggi sehingga kebijakan tersebut mampu menjawab berbagai permasalahan usaha tani agroforestry yang dilakukan oleh stakeholder, khususnya masyarakat.

Ketersediaan paket teknologi agroforestry komprehensif (berisi inovasi teknis, sosial, ekonomi, dan ekologi) dan kebijakan agroforestry di daerah (partisipasi aktif Dishutbun Kabupaten Cilacap) yang mengakomodir nilai-nilai kearifan lokal, kesesuaian biofisik, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat seharusnya dijadikan sebagai program prioritas pengembangan agroforestry pada lahan masyarakat di Kecamatan Majenang. --Fai


 

Hasil penelitian terkait dapat dilihat di sini


Sumber Artikel: Jurnal Sosial Ekonomi Volume 13 Nomor 2 Tahun 2016, Faktor Kunci dalam Pengembangan Kelembagaan Agroforestry Pada Lahan Masyarakat

Sumber gambar: www.agforward.eu

 


 
Pengunjung hari ini : 57
Total pengunjung : 27235
Hits hari ini : 185
Total Hits : 452039
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015