BERITA

Perubahan Iklim: Sebab dan Dampak
2017/07/05 - 07:02 am | 17 KLIK

Perubahan iklim secara harfiah adalah iklim yang berubah akibat suhu bumi rata-rata meningkat. Peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer, khsususnya CO2, telah memerangkap suhu panas di atmosfer. Hal tersebut berdampak pada sistem cuaca global mulai dari curah hujan yang tak terduga hingga gelombang panas yang ekstrim. Bumi telah melalui periode pemanasan dan pendinginan terkait dengan perubahan iklim. Hal yang saat ini menjadi perhatian utama dan disetujui oleh para ilmuwan bahwa proses pemanasan yang terjadi jauh lebih cepat daripada perkiraan melalui penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dan bahwa pemanasan yang cepat disebabkan oleh peningkatan tingkat emisi buatan manusia.

Bumi ini sudah satu derajat Celcius lebih hangat daripada di masa pra-industri. Ini mungkin tidak terdengar terlalu signifikan tetapi dapat berpotensi menghancurkan planet ini dan mata pencaharian orang di seluruh dunia. Para ilmuwan mengingatkan bahwa kita harus berusaha untuk membatasi kenaikan suhu hingga maksimum dua derajat dibandingkan dengan suhu dasar pada tahun 1990, dan anggapan tersebut disetujui oleh negosiasi iklim internasional.

Iklim secara alamiah mengalami fluktuasi, namun praktik industri merupakan penyumbang terbesar di balik terjadinya pemanasan global. Tuntutan eksploitasi bumi dan pengembangan industri oleh korporasi kapitalis telah menyebabkan deforestasi, pembakaran bahan bakar fosil, dan pertanian yang meluas. Kegiatan ini semua menghasilkan gas rumah kaca seperti karbondioksida, nitrogenoksida, dan metana di atmosfer. Gas rumah kaca menahan panas dari matahari dan tidak terpantulkan kembali di angkasa. Atmosfer bumi memanas, yang dikenal sebagai efek rumah kaca. Hanya dalam 200 tahun, tingkat karbondioksida di atmosfer telah meningkat sebesar 30%.

Perubahan iklim sudah berdampak pada mata pencaharian masyarakat, dan pada satwa liar serta lingkungan di seluruh dunia. Di Cina, bencana alam telah melanda 24,89 juta hektar tanaman pada tahun 2014, di mana 3,09 juta hektar di antaranya hancur, sementara kekeringan menyebabkan kerugian ekonomi secara langsung hingga 83,6 miliar yuan atau lebih dari 13 miliar dolar. Di Turki, panen yang tertunda di wilayah Laut Hitam pada tahun 2014 mengakibatkan produsen teh Turki mengalami kerugian lebih dari 15% dari pendapatan tahunan mereka karena suhu dingin ekstrim. Secara keseluruhan bencana alam dalam dekade terakhir di seluruh dunia telah menelan biaya 2,7 triliun dolar. Kebakaran hutan terus mengancam kehidupan spesies yang terancam punah, iklim yang berubah-ubah dan pembukaan lahan pertanian memaksa binatang keluar dari kawasan lindung untuk mencari air dan wilayah untuk ditempati.

Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim tergantung pada tingkat kenaikan suhu bumi. Kenaikan satu derajat akan dampak ekologis yang serius dan diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 68 triliun dollar. Perubahan iklim akan menyebabkan beberapa daerah menjadi basah dan daerah lainnya menjadi lebih hangat. Permukaan air laut akan naik akibat dari gletser yang mencair, sementara beberapa daerah akan lebih berisiko terkena gelombang panas, kekeringan, banjir, dan bencana alam. Perubahan iklim merusak rantai makanan dan ekosistem, menempatkan seluruh spesies pada kedudukan terancam punah.

 

Sumber:

National Bureau of Statistics, China.

www.brightfuture.unilever.co.id

www.attemptnwin.com


 
Pengunjung hari ini : 57
Total pengunjung : 27235
Hits hari ini : 181
Total Hits : 452035
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015