BERITA

Banjir akan abadi jika tanpa harmonisasi aksi
2017/07/07 - 07:37 am | 17 KLIK

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung adalah DAS yang memiliki nilai penting terutama bagi yang wilayah yang dilaluinya seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan Jakarta, karena memiliki dampak paling luas terkait rutinitas bencana banjir ketika musim hujan. Bencana banjir tersebut selain disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan tinggi, juga disebabkan faktor manusia seperti pembuangan sampah ke sungai, kondisi drainase yang belum memadai, dan pola penggunaan/pengelolaan lahan di wilayah hulu yang tidak memenuhi kaidah konservasi lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan DAS sangat bergantung pada hubungan faktor alam dengan aktivitas manusia.

Masalah bencana banjir di DAS Ciliwung yang belum terselesaikan bersumber dari ketidak-harmonisan para pemangku kepentingan dalam menjalankan peran dan partisipasi untuk penanggulangannya. Kementerian Kehutanan (2013) mengatakan, permasalahan utama di DAS Ciliwung yang berdampak pada permaslahan biofisik adalah kelembagaan dan sosial ekonomi. Alviya et al. (2014) menyatakan bahwa poin utama permasalahan dari aspek kelembagaan adalah lemahnya koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan DAS.

Identifikasi Alviya et al., (2016) menghasilkan fakta bahwa terdapat 18 pemangku kepentingan dikategorikan ke dalam 3 kelompok yang terlibat dalam pengelolaan hulu DAS Ciliwung. Kelompok pertama yakni stakeholder kunci adalah kelompok atau individu yang memiliki pengaruh kuat atau peranan penting terkait dengan masalah, kebutuhan, dan perhatian terhadap kelancaran kegiatan. Kelompok ini terdiri dari: Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA), dan Dinas Kehutanan dan pertanian Kabupaten Bogor. Kelompok kedua yakni stakeholder utama adalah kelompok atau individu yang menjadi penyebab atau yang terkena dampak, baik positif maupun negatif dari suatu kegiatan. Kelompok ini terdiri atas: masyarakat hulu, tengah dan hilir DAS, makelar tanah, perusahaan, kecamatan dalam wilayah DAS, masyarakat bantaran DAS, dan desa dalam wilayah DAS. Kelompok ketiga yakni stakeholder penunjang yaitu kelompok atau individu yang menjadi perantara dalam membantu proses terlaksananya kegiatan, terdiri atas: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab/Kota Bogor, BLHD Kab/Kota Bogor, Dinas Tata Bangunan Kab Bogor, LSM, Perguruan Tinggi (IPB & UI), Dinas Kehutanan Provinsi, dan Balai Besar konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA).

Berdasarkan hasil analis hubungan kerja sama di antara stakeholder kunci masih belum mantap/kuat. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat koordinasi dan kolaborasi yang masih lemah dalam pengelolaan hulu DAS Ciliwung. Hal tersebut menyebabkan perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan DAS tidak berjalan secara terpadu atau masih berjalan secara sektoral sehingga persepsi, visi, dan misi dalam pengelolaan DAS belum berjalan secara beriringan dan masih berorientasi keproyekan.

Hubungan kerja sama antara stakeholder kunci dengan stakeholder utama umumnya terkait dengan penglolaan hulu DAS Ciliwung dalam kelestarian lingkungan. Hingga saat ini, Dinas Kehutanan dan Pertanian Kebupaten Bogor lebih banyak berinterkasi dengan masyarakat lokal, baik di level kecamatan maupun desa di hulu DAS dibandingkan stakeholder kunci lainnya. Hal tersebut terkait dengan program kegiatan yang dibangun oleh dinas untuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan.

Terdapat beragam kepentingan dalam pengelolaaan hulu DAS Ciliwung sehingga kerja sama antara mereka masih cenderung lemah terutama dalam pelibatan masyarakat lokal; selain itu jalinan kerja sama antar lembaga pemerintah cenderung berorientasi keproyekan. Kolaborasi program pengelolaan dan koordinasi masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan DAS dapat dilaksanakan secara terpadu dan paripurna.


Sumber:

Jurnal Sosial Ekonomi Volume 13, Nomor 2 Tahun 2016, Meningkatkan Peran Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Wilayah Hulu Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Elviya et al.

Selengkapnya klik disini


 
Pengunjung hari ini : 57
Total pengunjung : 27235
Hits hari ini : 183
Total Hits : 452037
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015