BERITA

Pembelajaran dari Bandung (1): Harta Karun Itu Berada di Depan Mata
2018/01/22 - 02:35 am | 29 KLIK


Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) merupakan instansi yang bergerak di bidang penelitian dan ilmu pengetahuan. Sebagai tempat dihasilkannya ilmu pengetahuan yang baru, P3SEKPI memiliki beban edukasi untuk akademisi dan masyarakat umum. Namun yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, bagian mana yang bisa menjadi nilai edukasi?

Keberhasilan Kota Bandung dalam mengibarkan bendera “Kota Wisata” menggelitik kami untuk menyelami lebih dalam. Wajah Kota berhasil dipoles cantik dan minat wisatawan meningkat di waktu relatif singkat. Apa yang di lakukan Pemkot Bandung dalam mengembangkan Kotanya?

 

Kampung Wisata Kreatif

Kota Bandung sebagai gerbang awal pariwisata Jawa Barat mengharuskannya terus mengembangkan wajahnya. Oleh karena itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus berupaya meningkatkan kepariwisataan.

Kampung Wisata Kreatif adalah program pengembangan pariwisata tingkat kecamatan berdasarkan potensi kreatif dan unik yang dimiliki masing-masing Kecamatan. Kepala Bidang Objek Wisata Dibudpar Kota Bandung, Drs. H. Nanang Sodikin, MM, mengatakan bahwa Kampung Wisata Kreatif merupakan program dari Walikota dengan melihat kondisi yang ada. “Kota Bandung tidak memiliki potensi alam. Tidak ada gunung dan laut. Melihat kondisi tersebut, Pak RK (Ridwan Kamil) ketika dilantik menjadi Walikota Bandung mengeluarkan progam yang bernama Kampung Wisata Kreatif. Sebuah (objek) pariwisata yang bermodalkan kreatifitas.” Tutur Nanang.

Sampai tahun 2018, Disbudpar harus mampu mengembangkan 30 kampung wisata kreatif di 30 kecamatan.

Nanang menjelaskan, kampung wisata kreatif di 30 kecamatan yang sudah eksis dan sedang dipersiapkan serta menjadi unggulan, di antaranya kampung wisata Pasir Kunci di Kecamatan Ujungberung. Ikon yang diangkat adalah kawasan lingkungan dan seni budaya Benjang. Di Kecamatan Cicendo ada kampung wisata kreatif Cicukang dengan mengangkat ikon seni budaya dan cindera mata. Ada kampung wisata kreatif akustik di Kecamatan Cibeunying, kampung wisata kreatif Dago Pojok di Kecamatan Coblong dan kampung wisata kreatif burung belekok di Kecamatan Gede Bage.

Sampai tahun 2017, pengadaan kampung wisata kreatif belum sampai sepertiga dari target jumlah. Menurutnya, untuk membangun kampung wisata tidak bisa dilakukan oleh Disbudpar saja, karena Disbudpar hanya bertugas untuk mempromosikan dan membina objek wisata.

“Syarat-syarat untuk jadi suatu kawasan itu harus ada tiga, aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Jika atraksi, bisalah di Disbudpar, tapi jika aksesibilitas itu bukan ranahnya Disbudpar. Penataan fasilitas pendukung seperti lapangan parkir, WC umum dan lain-lain itu dibutuhkan kerjasama dinas lain.”

Sumber Foto: infobdg.comSumber: Wisatabdg.com

 Sumber Foto: (kiri) infobdg.com (kanan) wisatabdg.com. Suasana Kampung Wisata Dago Pojok


Potensi P3SEKPI

Setiap dari kita punya potensi. Pesan itu yang kami dapat setelah mendapatkan pemaparan mengenai program Kampung Wisata Kreatif. Bermodalkan kreativitas dan sinergisitas lintas dinas, Kota Bandung mampu menjawab kekurangannya sebagai kota tanpa objek wisata alam.

Jika kita mau melihat lebih luas, P3SEKPI sebenarnya tidak kekurangan aset. Berbagai ilmu pengetahuan tentang social, ekonomi, dan kebijakan kehutanan selalu dikeluarkan. Hal itulah yang bisa menjadi nilai jual P3SEKPI.

Belum lagi kekayaan ilmu pengetahuan di bidang perubahan iklim. Masih banyak masyarakat umum yang tidak memahami isu perubahan iklim sehingga seringkali aktivitas mereka justru memperburuk keadaan. Akan sangat baik jika P3SEKPI menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait hal tersebut.

Selama ini tentu P3SEKPI telah mempublikasikan penelitiannya dalam beberapa media seperti Policy Brief dan jurnal penelitian, namun media tersebut masih bersifat eksklusif sehingga daya edukasinya tidak terlalu berkembang. Perlu kreativitas yang lebih untuk menerjemahkannya dalam Bahasa yang lebih sederhana dan mudah di cerna.

Dengan memahami aset yang dimiliki P3SEKPI, kita dapat melihat bahwa sebenarnya penelitian yang dilakukan murni untuk kemajuan kehidupan. Seringkali para penelitinya turun ke daerah-daerah konflik agraria demi memahami permasalahan dan berusaha mencari solusi. Dari rekomendasi yang dikeluarkan, P3SEKPI bisa berkata kepada masyarakat yang sedang mencari keadilan bahwa P3SEKPI bersama mereka.


 
Pengunjung hari ini : 48
Total pengunjung : 31057
Hits hari ini : 209
Total Hits : 484221
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015