BERITA

Konservasi Nimba: Mozaik untuk Kendalikan Perubahan Iklim
2018/02/05 - 07:51 am | 81 KLIK

Pemanasan global yang terjadi sekarang ini merupakan salah satu fenomena perubahan iklim. Bencana ini disebabkan antara lain oleh rusaknya hutan. Penebangan pohon, pembakaran hutan untuk pembukaan lahan, dan konversi kawasan yang tak memperhatikan aspek-aspek ekologis menjadi penyebab kunci. Diperlukan kerja yang sistematis untuk membangun kembali hutan. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Harapan Nimba menjawab tantangan tersebut melalui kampanye menanam pohon nimba (Azadirachta indica).

“Pohon Nimba sangat cocok (untuk) penyelamatan rumah kita dari perubahan iklim. Pohon ini tidak hanya memiliki manfaat untuk menghadapi perubahan iklim, namun memiliki banyak manfaat lain, baik ekologis maupun ekonomis,” papar Shierly Megawati Purnomo dalam acara Pojok Iklim, Rabu (31/01) di Jakarta.

Seperti yang dikatakan Shierly, selain menyimpan karbon, Nimba punya banyak kelebihan. Dalam hal ketahanan, Nimba dapat hidup di tanah kering, tandus, gersang, di dataran rendah (0-400 mdpl), dan pada suhu ekstrim sekaligus. Secara fisik, Nimba memiliki akar berbentuk tunggal dan menghujam ke tanah sehingga bisa mencegah terjadinya longsor. Setiap pohonnya juga mengandung NPK (pupuk) alami yang membantu menyuburkan tanah.

Pohon Nimba juga memiliki manfaat ekonomis. Bijinya dapat diolah untuk menghasilkan neem oil yang dapat digunakan sebagai bahan baku farmasi, kecantikan, dan pertanian (insektisida/pestisida). Secara empiris, pemanfaatan daun Nimba sudah dilakukan untuk mengobati berbagai penyakit. Daun Nimba digunakan sebagai obat luar gatal gigitan serangga. Selain itu rebusannya juga dapat dikonsumsi dan memiliki berbagai manfaat antara lain antidiabetes, menurunkan tekanan darah, dan merangsang kerja organ hati.

Nimba sudah dimanfaatkan oleh negara lain untuk berbagai hal. Misal di India, daun dan kulit batang Nimba digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti penyakit kulit, demam, diabetes, bahkan malaria. Di Amerika, Nimba banyak digunakan untuk keperluan peternakan seperti pakan ternak dan obat cacing; pertanian, antara lain dijadikan pestisida alami untuk lebih dari 100 jenis hama dan fungisida pada tanaman buah.

Di Indonesia, masyarakat sudah mulai memanfaatkan Nimba. Melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan LSM Harapan Nimba, mereka sudah melakukan penanaman, pengumpulan biji nimba sampai menjualnya ke pabrik. PT Nimba Alam Semesta menjadi pabrik yang menerima biji nimba produksi masyarakat. Harapannya, konservasi dan pemanfaatan pohon Nimba tersebut dapat ditularkan kepada masyarakat dalam skala lebih luas.

Melihat begitu kayanya pemanfaatan Nimba membuat kita semakin memahami bahwa pohon ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dilestarikan. Kampanye yang dilakukan Harapan Nimba sesungguhnya memiliki pesan mendasar bahwa menanam itu wujud cinta kita terhadap bumi. Karena bisa jadi, perubahan iklim yang terjadi merupakan peringatan terhadap kecenderungan perilaku manusia yang semakin serakah dan apatis. Mulai sekarang, mari peduli, mari cintai, untuk lingkungan yang lestari.***Fai


 

 

 

 

 

 

Penulis : Faisal Fadjri

Editor : Hariono


 
Pengunjung hari ini : 103
Total pengunjung : 40491
Hits hari ini : 231
Total Hits : 552568
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015