BERITA

Penggunaan Citra Satelit Tanpa Awan untuk Mitigasi Perubahan Iklim
2018/03/02 - 09:01 am | 215 KLIK

Teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit sudah dilakukan dan dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia untuk melakukan pemantauan hutan. Dengan teknologi ini pemantauan hutan dapat menjangkau wilayah hutan yang luas dengan waktu dan upaya yang efisien. Meskipun begitu teknologi ini bukannya tanpa kendala. Salah satunya adalah tutupan awan yang menjadi penghalang pemantauan permukaan bumi.

Dalam pemantauan permukaan bumi, halangan tutupan awan dapat diatasi dengan menggunakan citra satelit dari sensor satelit yang bersifat aktif. Sensor satelit aktif memancarkan radiasi elektromagnetik dalam rentang spektral gelombang mikro (microwave), sehingga mampu menembus tutupan awan dan hujan serta mampu beroperasi siang dan malam. Contoh sensor aktif adalah radar (radio detecting and ranging).

Sensor radar digunakan oleh satelit Jepang ALOS-2 (Advanced Land Observation Satellite-2) sebagai salah satu dari tiga sensornya. Sensor tersebut dinamakan PALSAR-2 (Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar-2).

Seiring perkembangannya, citra satelit PALSAR-2 diintegrasikan oleh Jepang ke dalam suatu sistem yaitu Sistem Peringatan Dini Hutan JICA-JAXA untuk Daerah Tropis (Forest Early Warning System in The Tropics: JJ-FAST). Sistem ini dirilis secara resmi pada tahun 2016.

JJ-FAST dikembangkan oleh Jepang sebagai hasil kerjasama antara Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency: JICA) dengan Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency: JAXA). Sistem ini digunakan untuk mendeteksi kondisi tutupan hutan dan deforestasi yang dapat dilakukan tanpa 

halangan tutupan awan hingga ketelitian luasan 5 ha. Selain itu data deforestasi dapat diperbarui setiap 1,5 bulan, sesuai interval pengambilan data oleh satelit ALOS-2.

Dalam penggunaannya di Indonesia, data deteksi deforestasi dari sistem ini tentunya membutuhkan integrasi dengan data deforestasi yang dimiliki Pemerintah Indonesia. Deforestasi yang mampu terpantau dengan lebih baik dapat digunakan sebagai dasar pengambilan berbagai langkah strategis dalam pencegahannya. Keberhasilan pencegahan deforestasi merupakan salah satu upaya dalam mitigasi perubahan iklim. 

 

Referensi:

Active and passive satellite sensors. http://www.seos-project.eu/modules/remotesensing/ remotesensing-c02-p02.html

ALOS Satellite Sensor. https://www.satimagingcorp.com/satellite-sensors/other-satellite-sensors/alos/

JICA-JAXA Forest Early Warning System in the Tropics. http://www.eorc.jaxa.jp/jjfast//jj_index.html

Masato Hayashi and Izumi Nagatani. JAXA. Presentation on Jakarta Seminar on Forest Government Initiative – JJ-Fast and Satellite Technologies for Sustainable Forest Management in Indonesia, 23 Februari 2018.


Penulis: Donny Wicaksono

Editor  : Hariono


 
Pengunjung hari ini : 103
Total pengunjung : 40491
Hits hari ini : 240
Total Hits : 552577
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015