BERITA

P3SEKPI– Pemkab. Sukabumi Bahas Pengembangan Geopark Ciletuh
2018/03/09 - 08:13 am | 96 KLIK

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) menerima kunjungan Perumda Pesona Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya terkait rencana kerjasama pengembangan riset. Ada dua tujuan yang disasar yaitu pengembangan riset aksi di bidang ekowisata, agroforestry, dan perhutanan sosial serta menyusun bentuk kerja sama riset dan pengembangan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab.) Sukabumi, Perum Perhutani, dan P3SEKPI.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Gatot Ristanto (Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi P3SEKPI), Direktur Utama Perumda Pariwisata Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekowisata. Geopark Ciletuh yang saat ini menjadi fokus utama pengelolaan wisata dan sedang menunggu hasil penilaian UNESCO sekitar satu bulan ke depan, merupakan salah satu obyek yang akan dikembangkan. Sajian amphitheater alam di Kecamatan (Kec.) Ciemas menjadi salah satu andalan Geopark Ciletuh.  Masih banyak potensi lain di Geopark Ciletuh yang wilayahnya meliputi 8 kecamatan, yaitu Kec. Cisolok, Kec. Cikakak, Kec. Palabuhanratu, Kec. Simpenan, Kec. Waluran, Kec. Ciemas, Kec. Ciracap, dan Kec. Surade. Jika kerja sama ini terwujud, maka ini merupakan hal baru yang dilakukan oleh Pemkab. Sukabumi, walaupun Universitas Padjadjaran (UNPAD) sudah melakukan penelitian di Geopark Ciletuh. Ia juga menyatakan bahwa saat ini masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan Geopark. Di satu sisi Geopark menjadi fokus utama pengelolaan wisata di Kabupaten Sukabumi, sementara terdapat banyak potensi ekowisata di area lain yang belum di-explore. Hal ini menjadi tantangan bersama, bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara terintegrasi, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

Pada prinsipnya, P3SEKPI siap memberikan dukungan dari sisi scientific terhadap pengembangan Kabupaten Sukabumi. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi model pengelolaan secara utuh, baik ekowisata, agroforestry, maupun perhutanan sosial. 

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai langkah-langkah kerja sama dan hal-hal teknis yang perlu disiapkan, termasuk leading sector dan pembagian peran. Lukas Rumboko Wibowo, salah satu peneliti P3SEKPI yang hadir menyatakan bahwa  leading sector dapat multiple party, dengan pendekatan lintas dimensi dan harus inter-koneksi dengan yang lain sehingga ruang lingkup kajian tidak hanya pada geopark, melainkan juga potensi lain yang ada di Kabupaten Sukabumi. Sejalan dengan Lukas, Ismatul Hakim, peneliti senior P3SEKPI mengatakan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi yang besar dari hulu sampai hilir dengan area terluas se-Pulau Jawa. Satu hal yang menjadi kendala adalah aksesibilitas yang sulit sehingga mengurungkan wisatawan untuk berkunjung. Ismatul juga menyatakan bahwa Kabupaten Sukabumi dapat “dijual” dari aspek komoditas andalan dan potensi wisata. Untuk wisata, antusiame  Perum Perhutani tidak perlu diragukan lagi.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa P3SEKPI akan menyusun proposal pengembangan riset aksi dan menyiapkan draftPerjanjian Kerja Sama untuk dibahas bersama pada pertemuan selanjutnya dalam waktu dekat.


Penulis: Dewi Ratna Kurnia Sari

Editor  : Hariono

 


 
Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 38088
Hits hari ini : 86
Total Hits : 532293
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015