BERITA

Urbanscape: Pendekatan Lanskap untuk Mitigasi Perubahan Iklim
2018/03/13 - 01:46 am | 70 KLIK

Sejatinya upaya pengendalian perubahan iklim dapat dimulai dari desain lanskap perkotaan yang berorientasi pada alam. Hal tersebut ditekankan oleh Aggia Murni dari Indonesia Landscape Industries Network pada agenda Ngopi (Ngobrol Pintar) di Pojok Iklim pada Rabu (07/03) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ngopi kali ini yang mengusung tema “Urbanscape dan Perubahan Iklim” merupakan Pojok Iklim edisi spesial yang digagas oleh Dewan Pertimbangan Peninjauan Perubahan Iklim (DPPPI) bersama Biro Humas KLHK.

Anggia menyampaikan bahwa salah satu penekanan urbanscape yang berorientasi pada alam (urbanscape) adalah dengan cara menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) lebih banyak. Jika diterapkan secara tepat, urbanscape akan menurunkan suhu sampai 3°C .

“Lanskap dengan adanya isu climate change bisa berdiri di depan. Tanaman sebagai penyerap emisi yang sangat besar dapat berkontribusi langsung dalam perubahan iklim,” tutur Anggia.

Pertanyaan besarnya adalah jika sebuah kota ingin turut menerapkan urbanscape namun hanya memiliki sedikit ruang kosong, atau bahkan tidak ada, harus bagaimana? Anggia memberikan sebuah ide, yakni pembangunan roof garden yang dilakukan oleh Singapura.

“Singapura kini menerapkan urbanscape. Namun kita ketahui bersama bahwa wilayah negaranya tidak luas. Lantas bagaimana? Ternyata mereka membangun RTH di atap, yakni dengan mandatory roof garden,” jelasnya.

Anggia menambahkan bahwa penerapan urbanscape diawali dengan menggerakkan masyarakat untuk membuat roof garden di tempatnya. “Perlu (adanya) transformasi (pola pikir) masyarakat bahwa membuat roof garden itu sulit, agar dapat dirubah”.


Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 25
Total pengunjung : 38087
Hits hari ini : 53
Total Hits : 532260
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015