BERITA

Listrik dari Limbah
2018/05/24 - 07:46 am | 64 KLIK

Besarnya produksi kelapa sawit di Indonesia berbanding lurus dengan tingginya kuantitas limbah yang ditimbulkan. Limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang merupakan sisa-sisa air proses ekstraksi minyak kelapa sawit, mengandung banyak senyawa organik yang dapat melepas bahan berbahaya, antara lain gas methana. Pengolahan POME kebanyakan dilakukan di kolam-kolam limbah terbuka, melepas gas methana yang merupakan gas rumah kaca ke udara. Cara seperti itu menempatkan industri kelapa sawit sebagai kontributor gas rumah kaca dengan jumlah yang besar.

Mimpi buruk tersebut sejatinya dapat dibalik menjadi berkah dengan satu cara, yakni methane capture. Cara ini dapat menyelesaikan masalah kerusakan lingkungan akibat pelepasan gas metana dan apabila diolah lebih lanjut, dapat menghasilkan energi untuk masyarakat.

Bagaimana proses methane capture dalam mengubah POME menjadi sebuah energi? Dijelaskan oleh Adri Kristian dari PT Pasadena Engineering Indonesia bahwa POME dibakar secara anaerobik1 di kolam tertutup. Gas methana yang menguap tidak terlepas ke luar sehingga tidak merusak lingkungan.

“Kami (PT Pasadena Engineering Indonesia) membangun fasilitas pengolahan limbah dengan cover lagoon, sehingga gas methana yang dihasilkan dapat dikumpulkan”, katanya saat memberikan paparan dalam agenda Pojok Iklim (23/05/18) di Jakarta.

Gas methana yang terkumpul dapat dikonversi menjadi biogas yang bermanfaat. “Gas methana ini memiliki kandungan yang sama dengan gas alam, dapat digunakan sebagai bahan bakar”, lanjutnya. Berdasarkan pengolahan limbah cair yang dilakukan dengan cara tertutup, satu pabrik dengan kapasitas produksi 45 ton/jam dapat menghasilkan listrik sebesar 1 MW. Hasil tersebut dapat memasok kebutuhan listrik sekitar satu desa (1.000 rumah).

Adri mencontohkan penerapan distribusi listrik dari pengolahan POME di Rantau Sakti, Riau. Setelah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan dilakukan pemasokan listrik selama 24 jam, terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat di tiga desa (1.730 keluarga). Juga ada penghematan BBM sekitar 1.000 liter per hari, “setara dengan 10 miliar per tahun,” kata Adri.

Sayangnya, dari sekitar 800 pabrik kelapa sawit, hanya sekitar 5% yang memiliki fasilitas pengolahan limbah cair sawit menjadi biogas. Dari persentase tersebut, lebih sedikit lagi yang memanfaatkannya menjadi pembangkit listrik.

Apa pun itu, methane capture tetap kewajiban industri sawit sebagai langkah nyata kontribusi positif bagi lingkungan sekaligus menciptakan stigma positif industri sawit bagi dunia pertanian dan kehutanan. Pengolahan POME menjadi biogas untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat, merupakan kerja besar yang patut diperjuangkan oleh stakeholder, baik dari kalangan Pemerintah maupun swasta.

 

1pemecahan bahan-bahan organis oleh bakteri dalam keadaan tanpa oksigen.

 

Penulis: Faisal

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 25
Total pengunjung : 38087
Hits hari ini : 43
Total Hits : 532250
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015