BERITA

Knowledge Management, Strategi Baru ACIAR dalam Menjulangkan Penelitian Kebakaran Lahan dan Restorasi Gambut
2018/09/13 - 04:05 am | 124 KLIK

_BOGOR_Kerjasama penelitian antara Indonesia dengan Australia melalui Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) telah berlangsung lama. Selama ini ACIAR lebih mengedepankan penelitian sebagai landasan utama rekomendasi kebijakan guna mendukung pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan. Kini, untuk kerjasama penelitian FST 2016/144 “Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia”, ACIAR melengkapi praktik penelitiannya dengan satu cara baru yakni knowledge management.

Dalam pertemuan dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Senin (10/09/2018), Dr. Lisa Robins dari ACIAR mengatakan bahwa knowledge management adalah objektif kelima dalam proyek tersebut. Ia menekankan bahwa hal itu merupakan hal baru jika dibandingkan dengan proyek sebelumnya.

Knowledge management adalah objektif-5 dari lima objektif yang menjadi fokus proyek ini”, katanya di hadapan peneliti P3SEKPI dan peneliti ACIAR. “Ini adalah pembeda dari proyek sebelumnya”, demikian Lisa menambahkan.

Dipaparkan lebih rinci oleh Dr. Lorrae Van Kerkhoff yang juga dari ACIAR, knowledge management diinisiasi demi menjangkau masyarakat dan pembuat kebijakan yang tak terjangkau oleh proyek penelitian ini.   Diketahui bahwa proyek ACIAR FST 2016/144 memiliki lima objektif. Empat objektif dilakukan melalui penelitian di Kalimantan guna menghasilkan rekomendasi kebijakan. Adapun objektif kelima ditujukan untuk mengelola pengetahuan yang dihasilkan guna dimanfaatkan-salah satunya-sebagai “penyalur” pengetahuan bagi pihak yang bersinggungan dengan kebakaran lahan dan restorasi gambut.

Knowledge management ini digunakan untuk menggapai masyarakat, komunitas, dan para pembuat kebijakan yang tidak terjamah oleh proyek ini agar mendapatkan juga pengetahuan yang kita hasilkan”, sahut Lorrae. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa kerja awal dari objektif lima adalah berkolaborasi dengan empat tim objektif lainnya. Tahapan dalam mengembangkan knowledge management akan disebutkan dalam kolaborasi itu.

“Akan dibangun pemahaman dasar dari basis pengetahuan yang ada dan sistem knowledge management dalam studi kasus di Kalimantan. Setelah itu dikembangkan rekomendasi untuk meningkatkan proses knowledge management,” jelas Lorrae. “Dilanjutkan dengan mengidentifikasi peluang untuk menerapkan strategi knowledge management dalam proyek, dan dengan mitra proyek serta pemangku kepentingan yang lebih luas. Terakhir,menarik pelajaran dari penerapan strategi knowledge management dalam proyek”, sambungnya.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Haryono


 
Pengunjung hari ini : 103
Total pengunjung : 40491
Hits hari ini : 241
Total Hits : 552578
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015