BERITA

Sektor Swasta untuk Mitigasi Perubahan Iklim
2018/11/27 - 06:26 am | 46 KLIK

_SAMARINDA_Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Dr. Ir. Syaiful Anwar M.Sc., menekankan pentingnya peran swasta dalam proyek penurunan emisi di Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, sektor swasta memiliki kapasitas yang dapat disumbangkan untuk upaya-upaya mengurangi deforastasi dan degradasi hutan dan lahan.

“Pelibatan sektor swasta menjadi amat penting karena sektor ini berurusan langsung dengan komoditas yang diperkirakan menjadi deforestasi/degradasi”, ucap Syaiful ketika membuka seminar Peran Sektor Swasta dan Peluang Insentif dalam Pembangunan Rendah Karbon di Kalimantan Timur, Selasa (27/11/2018) di Hotel Aston, Samarinda, Kalimantan Timur.

Syaiful melihat strategisnya posisi sektor swasta dalam proyek penurunan emisi tidak dibarengi dengan tingginya minat sektor tersebut untuk terlibat di dalamnya. Untuk itu ia menuturkan perlunya strategi agar sektor swasta terangsang terlibat dalam program REDD+.

“Pelibatan sektor swasta secara aktif dalam REDD+ dapat terus ditingkatkan melalui insentif dari lembaga keuangan bagi perusahaan, pengembangan skema sertifikasi, dan implementasi cara-cara baru yang ramah lingkungan”, demikian ia menekankan.

Selain itu, Syaiful mengatakan bahwa bagi sektor swasta yang terlibat akan mendapatkan keuntungan dari sisi brand perusahaan. Label produk ramah lingkungan atau nol deforestasi (zero deforestation products) dapat disematkan di tiap produk yang dihasilkan. Ia melihat, hal itu dapat membantu pemasaran produk di pasar global.

“Tuntutan pasar global saat ini lebih mengapresiasi produk-produk yang ramah lingkungan”, kata Syaiful. “Setelah tidak ada persoalan dengan lingkungan hidup, maka perusahaan tinggal fokus dalam peningkatan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan”.

Dalam agenda yang sama, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan S.T M.T juga menekankan hal itu. Sektor swasta wajib terlibat dalam proyek pengendalian perubahan iklim di Kaltim. Ia mencontohkan program Kaltim Greenyang dalam proses perjalanannya membutuhkan kerjasama pihak swasta.

“Program Kaltim Greentidak akan berjalan jika hanya mengandalkan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), tapi juga menuntut perusahaan untuk berpartisipasi aktif untuk menurunkan emisi”, jelas Fahmi. “Sektor swasta sangat penting untuk menurunkan deforestasi dan degradasi (hutan dan lahan)”.

Fami menjelaskan pelibatan swasta dalam menurunkan emisi karbon merupakan langkah baik. Meski begitu, ia mengingatkan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, antara lain siapa yang nantinya akan mengawasi jalannya keterlibatan sektor swasta dalam proyek penurunan emisi.

“Kami berharap ada opsi-opsi pelibatan swasta yang berpegang pada prinsip tidak merusak alam, memiliki dasar hukum yang jelas, dan mendukung bisnis yang berkelanjutan”, jelasnya.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono

 

 

1Kaltim Green adalah progam yang diusung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memiliki perangkat kebijakan dan action plan yang jelas tentang tata kelola pemerintahan, serta program-program pembangunan yang memberikan perlindungan sosial dan ekologis terhadap masyarakat Kalimantan Timur, serta memberikan jaminan jangka panjang terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup.


 
Pengunjung hari ini : 103
Total pengunjung : 40491
Hits hari ini : 235
Total Hits : 552572
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015