BERITA

COP 24 Berakhir, Indonesia Harus Bagaimana?
2019/01/11 - 03:06 pm | 162 KLIK

_JAKARTA_Konferensi Tahunan Perubahan Iklim dari Berbagai Pihak (Conference of the Parties/COP) ke-24 di Katowice, Polandia telah berakhir. Perundingan yang berlangsung alot akhirnya dapat menyetujui beberapa elemen utama. Lantas, setelah itu Indonesia harus bagaimana?

Dikatakan oleh Dicky Edwin Hindarto, penggiat perubahan iklim yang hadir pada COP 24, ada tujuh artikel yang disepakati oleh sekitar 163 negara peserta. Artikel tersebut adalah artikel 4 tentang mitigasi, artikel 7 tentang adaptasi, artikel 9 mengenai keuangan, artikel 10 tentang teknologi, artikel 13 tentang transparansi, artikel 14 tentang stok global/global stock take, dan artikel 15 mengenai modalitas dan prosedur.

“Artikel yang telah disepakati bisa dibilang adalah artikel yang paling penting sehingga COP 24 dapat dikatakan sukses diselenggarakan”, jelasnya saat pemaparan dalam agenda Pojok Iklim (10/01) di Manggala Wanabakti, Jakarta.

Pertanyaannya adalah: Apa yang harus dilakukan Indonesia setelah COP 24?

Joko Prihatno, Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca, Monitoring, Pelaporan, dan Verifikasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku Negosiator Indonesia untuk COP 24 menekankan beberapa hal prioritas yang akan digarap Indonesia. Hal tersebut antara lain, indentifikasi sistem pendukung untuk implementasi Paris Agreement dengan pihak terkait, elaborasi dan pemantauan Nationally Determined Contribution (NDC), dan mendorong political will penurunan emisi untuk implementasi NDC di sektor energi.

“Selain itu, ke depan REDD+ akan diperkuat dan dipermudah implementasinya di sub nasional dan masyarakat. Penguatan yang dimaksud adalah penyederhanaan langkah kerja dan pelembagaan REDD+ di tingkat pemerintah daerah maupun swasta”, pungkas Joko.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 95
Total pengunjung : 50633
Hits hari ini : 156
Total Hits : 691590
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015