BERITA

Pemuda Sebagai Motor Penggerak Perbaikan Lingkungan Negeri
2019/01/14 - 09:00 am | 67 KLIK

_BOGOR_Peran inisiatif pemuda tak lagi hanya sebagai pelengkap dari sebuah dinamika negeri. Mereka dapat menjadi motor yang mampu menggerakkan perbaikan dan pengembangan. Salah satu contoh adalah Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor.

Komunitas yang digagas oleh para pemuda ini bergerak di ranah edukasi dan pembersihan Sungai Ciliwung secara mandiri. Edukasi yang dilakukan di berbagai kesempatan tak hanya terhadap masyarakat, namun juga pada Pemerintah.

Di salah satu kunjungan ke kantor Pemerintah Kabupaten Bogor pada Jum’at (11/1/2019), KPC berkesempatan menjelaskan kondisi Sungai Ciliwung. Ade Yasin, Bupati Bogor yang saat itu menyambut mereka di Pendopo Bupati, tercengang setelah mendengar penjelasan berbagai problematika di hulu Sungai Ciliwung.

"Saya mewakili KPC menyampaikan apa dan bagaimana kami bergerak soal Ciliwung. Apa yang saya sampaikan terkait kondisi Ciliwung membuat Bupati Bogor tercengang, terutama kondisi hulu yang merupakan titik awal Ciliwung”, kata Adi, anggota KPC di Bogor (12/1/2019), dilansir dari ANTARA News.

Salah satu sifat dari komunitas yang digawangi oleh pemuda adalah kegiatannya yang kreatif dan kolaboratif. Belum lama ini, KPC berhasil menggelar sebuah forum diskusi rutin dengan format unik, Kopi Pinggir Kali. Program yang kali ini diselenggarakan di kolong jembatan Sempur-pinggir Sungai Ciliwung-Bogor, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dan Warga.

Wisman Haris, anggota KPC menjelaskan bahwa kegiatan Kopi Pinggir Kali merupakan sebuah upaya memupuk kepedulian warga pada kondisi Sungai Ciwilung. Bersama Karang Taruna Kelurahan Sempur, Kopi Pinggir Kali berisikan perbincangan -sambil menikmati secangkir kopi seduhan dari para pemilik warung kopi- mengenai pelestarian daerah aliran sungai.

"Kopi Pinggir Kali tujuannya positif, gotong royong bersihin kali, tapi tidak semua paham diajak gotong royong, tapi sambil ngopi santai, kalinya ikut bersih. Sesederhana itu konsepnya”, jelas Wisman.

Kopi Pinggir Kali diharapkan tak hanya ruang ngobrol saja, namun dapat menumbuhkan semangat masyarakat sekitar sungai untuk membuat ekowisata di sempadan sungai. Ketua KPC, Een Irawan Putra mengatakan, Kopi Pinggir Kali menjadi ruang awalnya.

“Ini adalah upaya kami dalam mengedukasi masyarakat mengenai cara mengelola sempadan sungai secara baik sebagai tempat wisata”, kata Een.

Hasil dari gerakan yang terus-menerus dilakukan KPC berbuah hasil. Oktober lalu, kepedulian anak muda terhadap Sungai Ciliwung mendorong Pemerintah Kota Bogor meluncurkan program naturalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Menurut Walikota Bogor Bima Arya, program naturalisasi DAS Ciliwung akan dilakukan secara serius dan konsisten. Sedikitnya ada tiga target yang akan dicapai dari program ini yakni memastikan kualitas hidup warga sepanjang DAS menjadi lebih baik, mewujudkan wisata air terintegrasi, dan pencegahan bencana khususnya banjir.

"Tidak ada kata terlambat untuk mengembalikan kondisi Sungai Ciliwung menjadi lebih baik melalui gerakan bersama semua pihak, unsur, dan elemen”, katanya saat membuka deklarasi program Naturalisasi DAS Ciliwung-Cisadane, Rabu (17/8/2018).

Bahkan, Presiden Indonesia, Joko Widodo bermimpi bahwa Sungai Ciliwung dapat sebersih Sungai Cheongyecheon. Hal itu ia ungkapkan ketika berkesempatan menyusuri Sungai Cheongyecheon di Seoul, dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan, Selasa (11/9/2018).

"Ini sebuah sungai di kota yang bersih sekali, Sungai Cheongyechoen, sebuah inspirasi bagus. Kalau di Jakarta ada Ciliwung jadi bersih seperti ini, wooo...dan itu bisa”, katanya.

Mimpi semacam itu, mungkin oleh sebagian kalangan ditanggapi pesimis, namun tidak bagi pemuda. KPC telah membuktikan, bahwa dengan berbekal kemauan dan konsistensi bergerak, perubahan itu dapat betul terjadi.

Pemerintah harus semakin terbuka, masih banyak hal yang harus dibenahi. Jangan tutup mata dan telinga, peluklah erat para pemuda, maka hanya tinggal menunggu waktu saja Indonesia memimpin dunia.

 

Sumber: ANTARA News, Tjiliwoeng

Penulis: Faisal F

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 44481
Hits hari ini : 120
Total Hits : 591983
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015