BERITA

BLI Harus Maksimalkan Sinergitas, Jejaring Kerja, dan Sosial Media
2019/01/17 - 01:29 am | 56 KLIK

BOGOR_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merupakan bagian dari decision support system (sistem pendukung pengambilan kebijakan). Guna mengoptimalkan peran tersebut maka sinergitas 

antara manajemen dengan peneliti BLI harus dilakukan lebih baik lagi. Hingga akhir 2018, tercatat jumlah peneliti BLI sebanyak 487 orang, 10 di antaranya telah mencapai jenjang Profesor Riset. Sinergitas diperlukan untuk memaksimalkan hasil-hasil penelitian yang didukung oleh program-program penelitian yang mumpuni.

Terkait dengan hasil penelitian, Dr. Agus Justianto, Kepala BLI mengatakan,"Saya tetap berharap dan mendorong untuk terus menghasilkan penelitian dan tentunya juga melalui publikasi jurnal, buku, policy brief, iptek yang aplikatif, dan juga hasil penelitian lainnya yang telah digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan dimanfaatkan oleh stakeholder. “Dan upaya-upaya tersebut memerlukan sinergitas di BLI”, demikian tambahnya.

Untuk itu, BLI akan melakukan tiga hal: positioning BLI, merumuskan strategi, dan melakukan pembinaan manajemen. Kesemuanya akan dilakukan secara bersinergi di antara manajemen dan peneliti. Tujuannya adalah agar BLI mendapatkan hal-hal yang selaras dengan hadirnya revolusi industri 4.0. Cara yang digunakan di antaranya adalah reorientasi penelitian, reorientasi sumber daya peneliti, serta reorientasi sistem penilaian peneliti, demi kemajuan iptek di sektor LHK.

Hal tersebut merupakan salah satu penekanan yang disampaikan Kepala BLI pada rangkaian kegiatan Pembahasan Rencana Kerja, Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019, dan Pembinaan Tenaga Fungsional Peneliti Lingkup BLI. Bertempat di auditorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, Serpong, kegiatan berlangsung pada 11-12 Januari 2019.

Sinergi menjadi kian penting mengingat ada kata “inovasi” pada nomenklatur BLI sehingga BLI harus mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang diperlukan. Kepala BLI menginginkan pula agar dilakukan redefinisi pengertian inovasi sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan. Melihat capaian inovasi seperti termaktub dalam buku “200 Inovasi BLI”, beliau meminta agar ditingkatkan lagi untuk masa mendatang, termasuk inovasi yang sesuai dengan redefinisi.

Penekanan lain yang disampaikan adalah agar BLI bersemangat untuk memanfaatkan jejaring kerja yang dimiliki, bahkan diharapkan dapat menjadi 'leader'. Sebagai contoh, BLI diajak bekerjasama oleh LIPI terkait Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). LIPI sebagai pengelola Kebun Raya se-Indonesia berharap agar sebagian KHDTK dapat dijadikan Kebun Raya. Dalam hal ini Kepala BLI tentu saja meminta kepada semua yang terkait KHDTK untuk memberikan masukan.

Selaku ex-officio member of the Board of Trustees CIFOR, Kepala BLI menekankan agar rasa 'ownership' jajarannya terhadap jejaring kerja dengan CIFOR terus ditingkatkan. CIFOR merupakan mitra kuat dan strategis bagi BLI sehingga manajemen dan peneliti dapat memanfaatkan jejaring kerja tersebut semaksimal mungkin. "Silakan membuat program kerjasama apa saja dengan CIFOR - yang sesuai dengan tupoksi masing-masing, nanti akan saya dukung", demikian penegasannya.

Beliau juga melihat bahwa CIFOR sangat baik dalam 'mengemas' hasil penelitian menjadi paket-paket informasi yang mudah dimengerti sehingga pengguna tertarik untuk mengaplikasikannya. "Nah, kita dapat belajar kepada mereka tentang bagaimana mengemas hal-hal tersebut", demikian imbuhnya. Beliau sangat menyayangkan kalau kesempatan ini tidak semaksimal mungkin dimanfaatkan.

Sosial media merupakan hal lain yang ditekankan. "Manfaatkan komunikasi dengan publik dalam era keterbukaan ini dengan memanfaatkan sosial media karena dampaknya luar biasa", demikian keinginan beliau khususnya kepada pengelola sosial media lingkup BLI. Betul bahwa sosial media telah berjalan di lingkup BLI, tapi beliau ingin agar dilakukan peningkatan terus-menerus dengan memperhatikan kemasan penyampaiannya.


Sumber Gambar: http://www.research-network.org.uk

Penulis: Bugi K. Sumirat

Editor: Hariono



 
Pengunjung hari ini : 94
Total pengunjung : 42274
Hits hari ini : 208
Total Hits : 571895
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015