BERITA

Kesiapan Pemerintah Indonesia dalam Menyalurkan Dana untuk Pengendalian Perubahan Iklim
2019/01/25 - 08:33 am | 129 KLIK

_Jakarta_Komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon dioksida sebanyak 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan bantuan luar negeri pada tahun 2030 agaknya tidak akan terpenuhi jika hanya mengandalkan kerja Pemerintah. Harus ada inisiatif kerja adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari pihak non Pemerintah, misal korporasi, komunitas, dan masyarakat.

Demi menstimulasi tumbuhnya inisiatif tersebut, Pemerintah berencana untuk menyalurkan dana insentif kepada pelaku adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sudah sampai mana persiapan rencana tersebut?

Wahyu Marjaka, Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjelaskan bahwa secara kelembagaan, Indonesia sudah siap mengakomodir program penyaluran dana lingkungan hidup. Program itu dilaksanakan melalui sebuah unit kerja bernama Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

“Berdasarkan PP Nomor 46 tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi LH, dibentuklah BPDLH, sebuah unit kerja yang fokus mengelola dana lingkungan hidup”, katanya dalam agenda Pojok Iklim pada Rabu (23/1/2019) di Manggala Wanabakti, Jakarta. “Unit ini mendapat pengarahan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian”.

Wahyu memaparkan, kegiatan BPDLH meliputi penghimpunan dana yang bersumber dari dana penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan dan pemulihan lingkungan hidup; pemupukan dana melalui instrumen perbankan, pasar modal, dan lain-lain yang sesuai dengan undang-undang; dan penyaluran dana, antara lain melalui mekanisme perdagangan karbon, pinjaman, subsidi, hibah, dan penjaminan.

Sebetulnya BPDLH tidak hanya menyalurkan dana untuk program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim saja. Unit ini merupakan bangunan besar yang menyalurkan dana untuk kerja lingkungan hidup, misal konservasi sumberdaya alam dan penanggulangan kerusakan lingkungan.

Untuk saat ini BPDLH akan memusatkan kerjanya untuk program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Wahyu meluruskan, hal itu dikarenakan sumber dana yang ada memang diperuntukkan bagi kerja pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

“Fokus kami saat ini adalah mengelola keuangan untuk program pengendalian perubahan iklim, mengingat potensi sumber pendanaan yang ada saat ini adalah dana perubahan iklim,” ungkap Wahyu.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 59
Total pengunjung : 45967
Hits hari ini : 144
Total Hits : 609688
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015