BERITA

Siaran Pers "19th Carbon Fund Meeting Menyetujui ERPD Indonesia"
2019/02/12 - 04:23 am | 217 KLIK

Dokumen Program Pengurangan Emisi (Emission Reduction Program Document/ERPD) ”East Kalimantan Jurisdictional Emission Reductions Program, Indonesia” dalam kerangka implementasi REDD+, dengan dukungan pendanaan dari FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) World Bank, telah disetujui oleh negara-negara donor pada pertemuan Carbon Fund Meeting ke-19 di Washington DC tanggal 5-7 Pebruari 2019.

Dengan telah disetujuinya ERPD dimaksud maka implementasi REDD+ berbasis kinerja dengan batas yurisdiksi Provinsi Kaltim akan dilaksanakan selama periode tahun 2020-2024 dengan dukungan pendanaan mekanisme insentif positif dari program FCPF World Bank. Ini merupakan implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi yang pertama akan dilakukan di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan akan dapat mengurangi emisi sebesar 97,1 juta ton CO2e atau berkontribusi sebesar 19,2 % dari target pengurangan emisi berbasis lahan di NDC.

Program ini akan meliputi 4 program utama, yaitu: 1) Tata kelola hutan dan lahan, 2) Perbaikan administrasi dan supervisi hutan, 3) Pengurangan deforestasi dan degradasi hutan dalam wilayah yang berijin, dan 4) Pengembangan mata pencaharian alternatif yang lestari untuk masyarakat. Pelaksanaan program ini dirinci ke dalam 12 Sub-Program dan 29 kegiatan yang akan melibatkan banyak parapihak dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, kampung, masyarakat adat, pihak swasta, dan para mitra pembangunan (NGOs) di Provinsi Kalimantan Timur.


Penulis: I Wayan S

Editor : Hariono


 
Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 44481
Hits hari ini : 117
Total Hits : 591980
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015