BERITA

SEEA: Tools untuk Melihat Nilai Ekonomi Sebuah Ekosistem
2019/02/25 - 07:12 am | 153 KLIK

_JAKARTA_Lars Hein, peneliti dari Wageningen University membuat sebuah framework yang dapat mengukur nilai ekonomi dari sebuah ekosistem. Framework yang diberi nama System of Environmental Economic Accounting (SEEA) dapat menjadi tools untuk pembuatan aplikasi yang mampu menampilkan sebuah wilayah secara spasial serta memberikan informasi nilai ekonomi yang terdapat di wilayah itu.

Dalam konteks teknologi informasi, framework adalah software untuk memudahkan pembuatan aplikasi yang di dalamnya terdapat berbagai fungsi, di antaranya plugin dan konsep untuk membentuk suatu sistem tertentu agar tersusun dan terstruktur dengan rapih.

 “Sistem ini memberi ruang untuk menyimpan dan menampilkan data berupa digital elevation model (model elevasi digital-DEM), tanah, hidrologi, tutupan lahan, jenis vegetasi, produksi tanaman, penggunaan ekosistem, nilai-nilai layanan dan aset, serta pengguna ekosistem”, sebut Lars dalam Pojok Iklim pada Rabu (20/02/2019) di Manggala Wanabhakti, Jakarta. “Cukup lengkap”.

Dijelaskan oleh Lars, SEEA memiliki banyak kemampuan yang dapat mendukung Pemerintah dalam mengambil kebijakan. Selain kemampuan dasar seperti monitoring dan identifikasi area, SEEA juga membantu memahami ketergantungan pihak-pihak tertentu terhadap sebuah ekosistem.

SEEA juga dapat digunakan untuk memahami implikasi ekonomi dari terjadinya perubahan ekosistem. “Hasil dari ini adalah memudahkan analisa skenario di lapangan, merancang kebijakan, hingga menganalisis dampak dari kebijakan tersebut”, ujar Lars.

SEEA telah diterapkan di Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mendukung pembuatan kebijakan. Pengukuran nilai pada tutupan lahan di Sumatera dan Kalimantan -termasuk lahan gambut- dan air di Citarum merupakan beberapa contoh. 

“Sistem Neraca Lingkungan dan Ekonomi Terpadu (SISNERLING) milik BPS kini dibuat berdasarkan framework SEEA sehingga memiliki komponen spasial”, kata Lars. “Sistem ini memperkuat policy making”, pungkasnya.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono

 

 
Pengunjung hari ini : 76
Total pengunjung : 47604
Hits hari ini : 233
Total Hits : 628020
Pengunjung Online : 3
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015