BERITA

Indonesia Siap Dukung UNEA-4
2019/03/05 - 07:42 am | 74 KLIK

_JAKARTA_Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan, Noer Adi Wardojo sebagai salah satu utusan yang menemani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam UNEA-4, menegaskan bahwa Indonesia akan mendukung penuh forum tersebut. Tidak sekedar melaksanakan kewajiban, namun juga ‘tampil’.

“Kita harus maju sekalian, tidak hanya untuk membuat laporan yang baik untuk PBB tapi juga untuk berperan aktif dan maksimal”, kata Noer saat menjadi pembicara dalam Pojok Iklim, Rabu (27/02/2019) di Manggala Wanbhakti, Jakarta.

UNEA-4 adalah singkatan dari Fourth Session of the United Nations Environment Assembly. Diadakan di Nairobi, Kenya pada tanggal 11-13 Maret 2019, UNEA-4 mengambil tema ‘Innovative Solutions for Environmental Challenges and Sustainable Consumption and Production’ (web.unep.org, 2019).

Demi menyukseskan UNEA-4, Noer menjelaskan bahwa diperlukan upaya terintegrasi dan komitmen kuat dari para pemangku kepentingan dalam menerapkan prinsip-prinsip konsumsi dan produksi berkelanjutan. Hal tersebut juga mendukung strategi menghadapi perubahan iklim, baik dari aspek politik, praktik bisnis, dan gerakan masyarakat.

“UNEA ini bisa dibilang whole society, iclusive, dan massive. Tidak bisa ada satu bidang yang diuntungkan dan dirugikan. Setiap hari kita mengonsumsi resources dan memproduksi sampah. Tidak ada yang bisa angkat tangan. Ini momen kita kerja bersama. No one left behind”, jelas Noer.

Noer menginformasikan, sebelum mengikuti UNEA-4, Indonesia telah melakukan pertemuan internal. Ia menjelaskan bahwa pra-pertemuan tersebut membicarakan sekaligus merumuskan dokumen untuk disampaikan dalam UNEA-4.

“Sudah ada pertemuan untuk mendiskusikan dokumen UNEA untuk nantinya dibawa ketika UNEA-4”, pungkasnya.

 

Penulis  : Faisal Fadjri

Editor    : Hariono


 
Pengunjung hari ini : 69
Total pengunjung : 43531
Hits hari ini : 139
Total Hits : 582504
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015