BERITA

Seberapa Milenialkah Kita Terhadap Sampah?
2019/03/12 - 07:51 am | 87 KLIK

BOGOR_Tahukah kita bahwa ada gerakan 'Zero Waste Adventure’? Tahukah kita bahwa ada 'Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik’? Tahukah kita bahwa ada Duta Peduli Sampah? Ketiga gerakan ini digagas dan dimotori oleh kaum milenial. Luar biasa!

Gerakan Zero Waste Adventure merupakan gerakan cinta alam (hiking atau camping) naik gunung tanpa sampah. Gerakan ini sebagai media ajakan untuk tidak membawa sampah, tidak membuang sampah, serta menggunakan peralatan yang reusable ketika mendaki gunung. Dengan demikian maka kegiatan kecintaan terhadap alam tidak kontra produktif, yang malah menambah pencemaran lingkungan yang dilewati - terutama gerakan penolakan terhadap air minum dalam kemasan. 

Satu aktivitas lain lagi yakni ‘Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik’ merupakan gerakan sekumpulan anak muda yang serius mengurangi penggunaan kantong plastik. Bentuk aksi yang cukup heboh adalah ‘rampok kantong plastik’. Mereka menyasar pengguna kantong plastik di pasar-pasar tradisional. Ketika bertemu, mereka meminta untuk menggantinya dengan kantong daur ulang (reusable) yang mereka bawa. Kebanyakan target sasaran tidak keberatan dengan ‘perampokan’ ini, bahkan merasa senang karena mendapat tas yang lebih baik.

Masih sejalan dengan dua gerakan tersebut, ada Duta Peduli Sampah 2019 dari Bontang, Kalimantan Timur. Perannya adalah mengingatkan dan menyebarluaskan ajakan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Bontang dan sekitarnya untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah persampahan, terutama generasi muda yang sebaya dengan sang duta.

Itu adalah tiga topik bahasan utama dialog interaktif Pojok Iklim pada 6 Maret 2019 di Manggala Wanabhakti, Jakarta. Mengusung topik “Dari Kacamata Milenial: Peduli Sampah, Peduli Perubahan Iklim”, Pojok Iklim yang dimoderasi oleh Novrizal Tahar -Direktur Pengelolaan Sampah-, menampilkan tiga paparan yakni: Zero Waste Adventure oleh Siska Nirmala, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik oleh Dithi Sofia, dan Duta Peduli Sampah 2019 oleh Afzalia A’yunina.

Sebagai kegiatan rutin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) setiap Rabu, Pojok Iklim merupakan panggung diskusi beragam topik dalam bingkai perubahan iklim. Acara ini juga disebarluaskan melalui dunia maya, yaitu live streaming facebook “Pojok Iklim KLHK”.

Dialog yang menyasar kaum milenial dengan apa yang sudah mereka lakukan, serta kepedulian mereka terhadap masalah persampahan, sarat dengan kejutan-kejutan dari sharing pengalaman mereka.

"Bisa juga ya mereka (anak muda) berbuat seperti itu?", demikian rata-rata komentar singkat saat mendengarkan paparan mereka.

Menilik usia, apa yang mereka ceritakan sudah sangat jauh melampaui ekspektasi. Mereka telah berbuat banyak untuk mengurangi sampah di muka bumi, dan itu adalah bentuk kepedulian mereka dengan cara khas mereka, khas milenial.

Paparan mereka sangat inspiratif. “Mereka saja yang muda-muda bisa, kita yang masuk ‘kelas umur’ di atas mereka, mosok nggak bisa ya?", demikian tantangan yang mengemuka.

Terus terang, dari beberapa kegiatan Pojok Iklim yang Penulis ikuti, Pojok Iklim kali ini cukup menyegarkan. Bukan karena pembicaranya yang rata-rata muda dan cantik, tetapi karena topik yang mereka sajikan sangat praktis, tidak mengawang-awang. Yang mereka sajikan adalah aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan. Sangat 'membumi' dan sangat terasa 'militansinya' (baca: semangat mudanya).

Ke depan, Pojok Iklim perlu menampilkan topik-topik sejenis tetapi dengan pembicara yang beragam. Yakinlah, masih banyak kaum milenial di luar sana yang peduli dengan persampahan di Indonesia, tentu dengan cara berbeda dan pada tempat yang berbeda pula. Semua itu dapat menjadi contoh serta pembelajaran guna terus berbuat lebih bijak untuk Indonesia. Iklim Indonesia harus semakin baik.

Dalam penanganan sampah, kita ingin se-milenial mereka. Semangat terus Pojok Iklim.

Penulis: Bugi K. Sumirat

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 98
Total pengunjung : 45491
Hits hari ini : 229
Total Hits : 601075
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015