BERITA

Membangun Pemahaman Bersama Pengelolaan Gambut di Kabupaten Pulang Pisau
2019/03/21 - 08:10 am | 121 KLIK

_PULANG PISAU_Narasi di atas adalah tema workshop kegiatan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) FST 2016/144 “Improving Community Fire Management and Peatland Restoration in Indonesia”. Diadakan pada Rabu, 6/3/2019 di Aula Bappeda Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), workshop bertujuan untuk (1) Sosialisasi proyek ACIAR dalam upaya restorasi lahan gambut di Kalteng; (2) Identifikasi teori perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan, adil, dan sejahtera bagi masyarakat di lahan gambut Kalteng; serta (3) Merefleksikan dan memahami sistem lahan gambut dan peran proyek ACIAR di dalamnya.

Theory of Change” merupakan menu utama yang disajikan oleh Dr. Deborah O’Connell dariCommonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) dalam bentuk paparan dan diskusi kelompok. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Universitas Palangkaraya, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), World Wildlife Fund (WWF), dan United States Agency for International Development (USAID) Lestari adalah beberapa institusi/lembaga yang hadir.

Workshop ini diselenggarakan untuk menjadikan proyek ACIAR bisa berperan dalam mensukseskan program pemerintah terkait dengan pencegahan kebakaran dan restorasi lahan gambut khususnya di Kabupaten Pulang Pisau (Kalimantan Tengah) dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan)”, demikian Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M. Sc., Kepala Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru dalam sambutannya. Lebih lanjut dia menyampaikan “perlunya pemahaman yang mendalam, kerjasama, dan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk dapat memulihkan ekosistem gambut sehingga dapat memberikan manfaat dan menjadi modal bagi pembangunan”.

Satu hal yang penting digaris-bawahi adalah pernyataan Dr. Niken Sakuntaladewi, koordinator proyek, yang mendeklarasikan “Gambut Kita” sebagai nama kegiatan kerjasama penelitian ini. “Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan penelitian saja tetapi dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan ekosistem gambut, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau”, ungkap Niken. 

Beranjak ke sesi diskusi, tiap kelompok melakukan brainstorming untuk identifikasi masalah, gap pengetahuan, dan rencana kegiatan ke depan berdasarkan tata waktu dalam mencapai visi pengelolaan gambut berkelanjutan. Optimisme para pemangku kepentingan muncul begitu kuat, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk bersama-sama menjadikan “Gambut Kita” sebagai sebuah tonggak keberhasilan dalam upaya mengelola gambut secara berkelanjutan. Tentu saja ini sebuah penanda yang sangat menggembirakan.

Rudi, salah seorang peserta menyampaikan “untuk menginginkan gambut lestari maka masyarakat juga harus sejahtera; walaupun gambutnya lestari jika tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat, akan tidak harmoni”, pungkasnya di sela-sela diskusi.

Rangkaian workshop diakhiri dengan monitoring dan evaluasi kegiatan. Agenda ACIAR “Gambut Kita” selanjutnya adalah pelaksanaan Training of Trainer (ToT) mengenai Community-Led Analysis & Planning (CLAP) dan penelitian lapangan di Desa Tumbang Nusa pada 11-18 Maret 2019.

 

Penulis: Mohamad Iqbal

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 3
Total pengunjung : 46887
Hits hari ini : 3
Total Hits : 621087
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015