BERITA

Peran Aktif BLI Menjalankan Kepercayaan UNEA-4
2019/03/29 - 02:36 am | 49 KLIK

_JAKARTA_Sidang Majelis Lingkungan PBB ke-4 (The fourth session of the UN Environment Assembly/UNEA-4) di Nairobi telah selesai. Tak hanya sukses meluluskan sejumlah resolusi, delegasi RI juga berperan aktif dalam sidang dua tahunan itu.

Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mendapat kepercayaan untuk menjadi co-facilitator pada pembahasan resolusi cluster-4. Dalam tugasnya, Agus Justianto memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi negara-negara yang mengikuti UNEA-4 dalam proses finalisasi resolusi.

Agus Justianto menjelaskan pada awalnya ia merasa dilematis. Di satu sisi ia sebagai delegasi RI yang memiliki tugas untuk memperjuangkan 5 resolusi yang diajukan Indonesia, di sisi lain sebagai co-facilitator ia harus mampu mengakomodir kepentingan negara peserta.

“Saya sempat kewalahan juga karena dalam satu event saya harus bermain dalam dua posisi. Pertama sebagai delegasi yang memperjuangkan gagasan, kedua sebagai fasilitator yang punya amanah mensukseskan kepentingan banyak pihak”, ujarnya saat menjadi pembicara Pojok Iklim, Rabu (27/3/2019) di Manggala Wanabhakti, Jakarta.

Kendati demikian, ia merasa bersyukur dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus ikut berperan menempatkan Indonesia sebagai pemain yang diperhitungkan dalam tataran global. Ia menekankan bahwa delegasi RI yang solid merupakan kunci keberhasilan Indonesia dalam UNEA-4.

“Saya bersyukur dapat menjalaninya dengan baik. Tentunya hasil itu tidak didapat begitu saja namun dengan adanya dukungan dari delegasi yang lain”, ucapnya. “Tim yang solid adalah kunci”.

Selain Agus Justianto, Ida Bagus Putera Parthama, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, dipercaya menjadi rapporteur (pelapor) untuk Committee of the Whole (COW) UNEA. COW adalah komite yang diberi tanggung jawab mengajukan rancangan resolusi untuk disepakati dalam sidang paripurna, yang merupakan instrumen sangat penting dalam UNEA.

Tak hanya di UNEA-4, Indonesia juga berhasil memastikan mengambil peran yang lebih besar dalam UNEA berikutnya. Dalam pemilihan biro untuk UNEA-5, Laksmi Dhewanti, Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional KLHK terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden UNEA-5. Bersama Bahrain, Indonesia terpilih dari kawasan Asia Pasifik.

“Perjuangan yang kita lakukan di sana sejatinya adalah bentuk komitmen Indonesia dalam isu lingkungan”, pungkas Laksmi.


Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 44481
Hits hari ini : 131
Total Hits : 591994
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015