BERITA

INAFOR, Sarana 'Unjuk Dada' Peneliti dan Hasil Penelitian BLI
2019/05/29 - 07:28 am | 69 KLIK

_BOGOR_Pagi ini (28/05/2019), di Manggala Wana Bakti, berlangsung acara yang sangat penting bagi peneliti lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya para peneliti di Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI). Acara yang merupakan peluncuran The 5th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) Expo 2019, diberi tajuk 'MEMBANGUN POSISI TAWAR BARU PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN'.

Mengapa topik itu yang dipilih? Ada apa dengan posisi tawar BLI sebelumnya?

Ternyata memang posisi tawar tersebut yang menjadi tolok ukur dari upaya-upaya pengembangan oleh BLI. Seperti yang disampaikan oleh Kepala BLI, Dr. Agus Justianto, hasil INAFOR nantinya akan disebar-luaskan di forum-forum pertemuan internasional. Artinya, bila tujuan INAFOR adalah mempromosikan hasil-hasil litbang, maka yang dipromosikan haruslah masuk kriteria 'pantas' untuk dipromosikan. Apalagi tujuan promosinya adalah pertemuan-pertemuan internasional, tentulah apa yang akan dipromosikan harus layak di-'go internasional’-kan, bukan yang 'biasa-biasa’ saja. Di sinilah kata kunci dari pengertian 'posisi tawar baru' tersebut, seperti yang ditekankan Kepala BLI.

Lebih lanjut, Kepala BLI, dalam acara di Pojok Iklim yang disiarkan secara live ke seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLI, menyatakan bahwa terkait dengan perubahan paradigma baru BLI, para peneliti BLI diharapkan dapat lebih berani memperlihatkan/mempromosikan hasil penelitiannya. Diharapkan bahwa peneliti dapat membuka diri untuk kerjasama yang kesempatannya begitu banyak di luar sana. Hal lain adalah agar hasil penelitian yang dihasilkan (dan dipaparkan di INAFOR) menjadi sarana peneliti untuk meyakinkan para stakeholder ataupun pengguna tentang inovasi-inovasi riset BLI.

Ada ucapan terkenal Bung Karno – Presiden pertama RI ”Ini dadaku, mana dadamu.” Dengan menggunakan semangat kalimat tersebut, penyelenggaraan  INAFOR kali ini tentunya dapat menjadi posisi tawar baru bagi BLI. Menyejajarkan dengan semangat kalimat Bung Karno, maka kita dapat menggunakan kalimat,”INAFOR, sarana 'unjuk dada' peneliti dan hasil penelitian BLI.”

 

Sumber Gambar: PUSPIJAK/Faisal Fadjri

Penulis: Bugi K. Sumirat

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 59
Total pengunjung : 45967
Hits hari ini : 143
Total Hits : 609687
Pengunjung Online : 1
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015