BERITA

Alam akan Bekerja Jika Kita Peduli Dengannya
2019/07/01 - 02:30 am | 47 KLIK


_BOGOR_Bambang Istiawan menjadi pusat inspirasi pagi itu. Ia berhasil “membuat” hutannya sendiri, yang diusahakan selama 17 tahun. Hutan buatan yang berada di kawasan Megamendung, Bogor tersebut diberi nama hutan organik.

Kawasan hijau yang dibangun Bambang awalnya adalah kawasan yang tak satupun orang befikir untuk menanam apapun di sana. Tanahnya gersang, ditumbuhi alang-alang, dan yang paling parah adalah sulitnya air. Bagaikan sebuah mitos, kondisi kawasan yang kering pasti tak dapat menumbuhkan pohon apapun.

“Pada awalnya, kawasan hutan organik adalah tanah lapang yang cenderung gersang, 70%-nya ditutupi alang-alang,’ ujarnya saat memberikan presentasi dalam agenda Pojok Iklim di Megamendung, Bogor pada Rabu (19/06/2019).

Kendati demikian, Bambang tidak mau bertekuk lutut pada kondisi. Ia tak punya pengetahuan tentang kehutanan, tetapi punya tekad dan ambisi. Pria yang pernah menjadi pegawai perusahaan oiled and gas tersebut kemudian menghubungi Universitas Udayana untuk dapat membimbingnya.

Dengan bimbingan dari Universitas Udayana, Bambang melangkah maju. Langkah awal ia ambil, seperti menanam pohon frontier ketimbang pohon asli. Ia berpendapat bahwa menanam pohon asli memang akan tumbuh, namun lambat.

“Pengalaman di hutan organik, kami berusaha menanam pohon endemik. Ternyata lambat tumbuh. Karena itu kita campur dengan pohon frontier. Setelah itu, pohon frontier kita potong namun tidak menghilangkan daya serap CO2-nya,” jelas Bambang.

Rangkai demi rangkai ia rajut. Bambang kemudian mengajak masyarakat sekitar untuk bekerjasama membangun hutan. Meski ada riak hambatan, ia tetap maju. Tak sia-sia, kawasan yang tadinya gersang kini rimbun disesaki pohon yang seakan berlomba untuk tumbuh. Ada sekitar 40.000 batang pohon di hutan organik milik Bambang.

“Dari pekerjaan (membangun hutan) ini saya hanya ingin menekankan bahwa tak ada yang tak mungkin. Alam akan bekerja jika kita peduli dengannya,” kata Bambang disambut tepuk riuh peserta workshop.

 

Penulis: Faisal fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 76
Total pengunjung : 47604
Hits hari ini : 238
Total Hits : 628025
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015