BERITA

DPR Desak Negara Maju Upayakan Atasi Perubahan Iklim
2015/01/16 - 07:40 am | 507 KLIK

Delegasi Parlemen Indonesia Rachel Maryam Sayidina mendesak negara-negara maju untuk memimpin upaya-upaya mengatasi tantangan global perubahan iklim seperti dirumuskan dalam United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

"Kami juga ingin mendorong adanya komitmen negara-negara maju untuk memenuhi target pendanaan iklim $ 100 milyar per tahun hingga tahun 2020,"ujar Rachel saat menyampaikan statement parlemen Indonesia soal perubahan iklim, di Sidang Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) di Quito, Ekuador, Selasa sore, (13/1).

Menurutnya, kita memiliki keprihatinan yang sama, yaitu bahwa perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar dunia pada saat ini dan pada masa yang akan datang. "Tidak ada satu negara pun, baik negara maju ataupun negara berkembang, baik kaya maupun miskin, yang dapat menghindari dampak ancaman nyata yang ditimbulkan oleh perubahan iklim,"jelasnya. 

Karenanya, lanjut Rachel, kita harus memperkuat kemitraan kita untuk mendorong langkah-langkah penanganan yang lebih serius dan membantu masyarakat rentan dalam menghadapi dampak yang menghancurkan dari pemanasan global. 

Langkah-langkah penanganan perubahan iklim, paparnya, berhubungan dengan kebijakan ekonomi, keamanan, kesehatan, lingkungan dan pembangunan. "Ini sangat dibutuhkan peran dari para legislator untuk mendukung pembuatan kebijakan nasional dalam penanganan perubahan iklim. Periode ini merupakan periode yang sangat penting bagi setiap negara untuk menentukan apa yang akan menjadi kontribusi-kontribusi nasional mereka untuk kesepakatan universal di tahun 2015,"katanya. 

Indonesia, tambahnya, ingin menyampaikan dukungan kuat bagi kemitraan global yang ditujukan untuk  mengatasi berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi oleh kawasan ini dalam mengatasi dampak negatif dari perubahan iklim. 

 

Sumber: www.dpr.go.id


 
Pengunjung hari ini : 100
Total pengunjung : 45491
Hits hari ini : 242
Total Hits : 601088
Pengunjung Online : 2
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015