BERITA

Wahjudi Wardojo Singgung Kesiapan MRV di Indonesia
2019/10/21 - 09:03 am | 1571623454 KLIK

_BOGOR_Wahjudi Wardojo berkesempatan bertemu dengan peneliti serta jajaran manajemen Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) pada Selasa (15/10/19) di Ruang Rapat P3SEKPI. Pertemuan itu terjadi kala diadakan evaluasi kinerja PUI Kebijakan Perubahan Iklim. Dalam pertemuan itu, ia menyinggung soal MRV di Indonesia.

“(Terkait) perubahan iklim, kita tidak bisa ngomong sembarang kalau Indonesia sudah menurunkan emisi sekian juta ton. Cara ngukurnya seperti apa? Verified atau tidak? Saya lihat Indonesia belum sampai pada tingkatan itu”, ujar wahjudi.

Dikutip dari medialingkungan.com, MRV merupakan akronim dari measurable, reportable, and verifiable adalah sistem yang dibentuk oleh REDD+* untuk menjadi sistem nasional yang konsisten mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Sistem ini menjadi bagian penting dari keseluruhan inisiatif REDD+ di Indonesia, karena melalui proses ini efisiensi dan efektifitas pembiayaan pengurangan emisi akan terukur dengan baik dan pembagian manfaat akan berjalan dengan adil.

Wahjudi melihat Indonesia belum siap dengan MRV. Di sisi lain, Indonesia punya kewajiban untuk melaporkan aktivitas pengendalian perubahan iklim (NDC) kepada dunia melalui The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). 

“Saya selalu ngomong, MRV itu harus well recognised oleh internasional. Kalau NDC kita isinya hanya list of objectivites, bisa tidak dianggap. Kalau ada verifikasi dari UNFCCC mengukur NDC di Indonesia, bisa-bisa ribuan kegiatan tidak ada artinya”, tegas Wahjudi.

Menurut Wajudi, P3SEKPI punya peluang besar untuk berkontribusi dalam mengembangkan MRV. Ia menyerukan agar P3SEKPI membantu Indonesia dalam hal tersebut.

“Saya katakan, climate change itu di MRV. Meski bukan tugas utama P3SEKPI, tapi karena punya kemiripan bidang, its our time to speak about it”, pungkas Wahjudi.

 

 

*Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation-Plus atau REDD+.

 

Penulis: Faisal Fadjri

Editor: Hariono


 
Pengunjung hari ini : 43
Total pengunjung : 51861
Hits hari ini : 115
Total Hits : 698742
Pengunjung Online : 3
 
© Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim 2015